4


Hari ini kembali kita semua sebangsa & setanah air Indonesia larut dalam euforia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tepat 75 tahun lalu para pejuang dan pendiri bangsa telah memproklamirkan kemerdekaannya, dan menyatakan pengakuan dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa…”. 

Dan perayaan ini adalah wujud rasa syukur atas sebuah nikmat besar Yang Maha Kuasa itu, yang Dia telah membebaskan negeri ini dari rongrongan para penjajah, yang dengannya hak dan kehormatan bangsa ini bebas dari belenggu.

Dalam catatan sejarah, kita dapat melihat bagaimana semangat jihad dan perjuangan merebut kemerdekaan begitu membara. Beberapa diantaranya begitu gagah berani maju menentang penjajah. "Merdeka atau Mati". Sebait kalimat ini telah menjadi pemantik semangat kala itu. 

Mereka semua tak rela bangsa dan tanah air tercinta ini terjajah harkat & martabatnya. Banyak patriot bangsa yang tampil menyuarakan perlawanan, tanpa rasa takut sedikitpun, meski mereka paham ada harga mahal yg harus dikorbankan, nyawa. 

Aceh tampil gagah berani dengan Hikayat Perang Sabil; wilayah Jawa bergelora dengan perjuangan Pangeran Diponegoro mewujudkan kemerdekaan; hingga merambat di  Makassar dengan Sultan Alauddin yang dengan gagah berani mempertahankan kesultanannya dari VOC; dan masih banyak daerah lainnya yang berjuang hingga akhir hayat demi Indonesia merdeka.

Semua aksi heroik para pejuang tanah air adalah bukti bahwa bangsa ini punya harga diri, bahwa bangsa ini punya sosok-sosok pemberani, bahwa bangsa ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia bukan hanya tentang sebuah nama. Tapi Indonesia adalah kita. 

Perjuangan para pahlawan bangsa telah menjadi warna historis dalam meraih kemerdekaan bangsa kita. Banyak jiwa telah syahid, insyaaAllah. Banyak pemuda rela mengantar nyawa demi panggilan kemerdekaan untuk negeri tercinta. Banyak yang telah dikorbankan demi kemerdekaan yang saat ini kita nikmati.

Namun merdeka bukan berarti berhenti dari perjuangan. Kita memang telah merdeka dari penindasan para penjajah. Tetapi masih banyak PR yang harus kita tunaikan demi mencapai kemerdekaan yang hakiki.

Tugas kita saat ini memang mungkin lebih berat, dari para pahlawan yang bertaruh nyawa merebut kemerdekaan dulu. Terutama di era globalisasi ini. Karena kita berkewajiban menjaga dan mempertahankan kemerdekaan ini. Kita punya tugas menciptakan negeri yang aman sentosa, bukan hanya dari penindasan kaum serakah. Tapi dari rasa ego pribadi.

Lihatlah di sekeliling kita, betapa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keprihatinan, betapa masih banyak generasi bangsa yang belum terbebas dari kebodohan, dan betapa masih sering kita dengar ketidakadilan. Ini semua adalah hal yang harus kita semua perjuangkan, agar Indonesia merdeka bukan hanya dari penjajah tapi dari berbagai permasalahan hidup. 

Kita adalah satu tanah air, satu bangsa, satu tumpah darah. Sudah seharusnya segala bentuk perbedaan bukan halangan untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi. Mari kita saling melengkapi dan menjadikannya indah bagi Indonesia. 

Di 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang bertema "Indonesia Maju" ini, semoga kita bisa menjadi bangsa yang terdepan, maju, dan tentunya senantiasa mampu  merepresentasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi.

Lantas bagaimana kita menghargai jasa para pahlawan? Bagaimana menjadi generasi yang mampu mewujudkan cita-cita luhur harapan bangsa? Bagaimana membangun Indonesia yang berdaulat dan terdepan? 

Ada banyak cara untuk kita bisa menjadi generasi bangsa yang mampu mengisi kemerdekaan ini. Kita bisa mengisinya dengan banyak hal positif. Misalnya para blogger bisa mengkampanyekan atau mengedukasi hal positif lewat tulisannya. Kita juga bisa mengisinya dengan terus berkarya menciptakan berbagai hal bermanfaat bagi banyak orang. 

Atau dengan terus berupaya menjaga kekestarian alam Indonesia, misal mulai peduli dengan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bisa juga dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. Dan yang tak kalah penting adalah, menjaga keharmonisan hubungan berbangsa yang diwarnai banyak perbedaan. 

Jasa para pahlawan adalah jasa yang tak bisa dilupakan. Sebuah jasa dan pengorbanan yang tak akan perbah mampu dibeli dengan nominal angka betapapun. Karena jasa mereka begitu mulia, jasa yang bertujuan memerdekakan bangsa dan tanah air tercinta. 

Semoga kita bisa mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa, untuk membangun negeri ini. Dirgahayu Indonesiaku. Merdeka. 


Posting Komentar

  1. Sepakat. Meskipun beda dengan pejuang 45 tp kita berjuang di era new normal. Yuk ikuti semangat dan kesolidan pejuanh 45 supays kita sehat selalu, mampu bertahan di setiap kondisi dan melakukan kebaikan buat lingkungan

    BalasHapus
  2. Kita berjuang mengisi 'kemerdekaan' dari penjajahan fisik. Semangat yuuuk semangat semuaa.

    BalasHapus
  3. Kita berjuang sesuai masa ya, Mbak. Dan tiap masa punya tantangan yang berbeda. Sekarang, di masa pandemi, pakai masker dan jaga jarak fisik juga berjuang. Berjuang supaya kita sama-sama sehat dan negeri ini maju lagi.

    BalasHapus
  4. Kemarin, tanggal 17 Agustus adalah hari yang luar biasa. meski saya terlalu sibuk di dunia nyata dan tidak membuat postingan di IG dan medsos lainnya.

    BalasHapus

 
Top