29
Source: IG Kartun Muslimah



Bismillahhirrohmanirrohiim...

“Marhaban yaa Ramadhan”

Bulan suci yang penuh berkah dan kemuliaan (Ramadhan) itu sudah semakin mendekat. Tak sabar ingin segera menyapa para umat Muslim, yang sangat merindukan kehadirannya. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih memberi kesempatan pada kita semua, untuk bertemu kembali dengan Ramadhan yang agung, dan menunaikan ibadah Shaum, Qiyamul lail, dan ibadah-ibadah lainnya, yang bisa mengantarkan manusia pada tingkat ketaatan lebih baik; yang bisa menjadi wadah refleksi diri paling sempurna demi meraih rahmat dan ridho-Nya.

Gegap gempita menyambut kedatangan sang bulan mulia juga semakin terasa. Sebagian besar umat Muslim telah bersiap dan menyiapkan segala perbekalan, untuk membersamai satu bulan penuh berkah bersama Ramadhan. Ya, semua tampak sumringah. Euforia maaf memaafkan dan mulai berbenah diri tampak menghiasai hari demi hari menjelang dimulainya Ramadhan. Namun pernahkah terbesit sepintas saja sebait kalimat, “Jika ini Ramadahan terakhirku?”

Setiap pertemuan itu diiringi pula dengan perpisahan. Demikian pula dengan Ramadhan. Walaupun ia akan selalu hadir setiap tahun menyapa umat Muslim, tapi belum tentu kita bisa menyambutnya lagi di tahun berikutnya. Karena umur manusia itu misteri. Kita tidak akan pernah tahu kapan voucher perjalanan di dunia ini mencapai waktu expired-nya. Inilah makna sabda Rosulullah, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmidzi)





Ramadhan adalah ibadah wajib yang diperintahkan Allah. Hal ini telah jelas dinyatakan dalam kitab suci Al-qur’an, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqorah:183)

Setiap Ramadhan datang, aku selalu berharap bisa menjadi pribadi taat yang lebih baik lagi. Namun terkadang dahsyatnya godaan duniawi kerap melalaikan dari kewajiban dan hal bermanfaat yang harusnya kulakukan. Namun jika ini Ramadhan terakhirku, aku ingin menjadikannya momen terindah, dan terus bermujahadah meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, baik wajib maupun sunnah. Aku ingin istiqomah menjaga semua kebaikan yang ditawarkan sang bulan suci dengan ibadah terbaik. Sehingga jika memang aku tak dapat lagi menyambut kehadirannya, setidaknya perpisahan ini akan menjadi perpisahan termanis, dengan segudang bekal amal kebaikan. Dan aku tidak perlu takut saat Malaikat Izrail datang menjemput.

Ramadhan telah menyapaku berkali-kali. Dan seharusnya sudah banyak perubahan signifikan yang terjadi dalam hidup. Namun yang terasa hingga saat ini, aku masih belum mampu menjadikan setiap langkah untuk meraup sebanyak mungkin bekal bertemu dengan-Nya. Aku masih terlalu sibuk dengan urusan dunia. Ya Rabb yang maha pengampun dan suka akan pengampunan, ampunilah khilafku ini.

Jika ini Ramadhan terakhirku, aku ingin khusyuk sepanjang malam bermunajat pada-Mu ya Rabb. Aku ingin bisa menjaga kemesraan dengan Al-qur’an. Takkan kubiarkan imanku melemah sedikit pun. Aku ingin bisa mendapati malam seribu bulan, Lailatul Qodar. Beribadah sepanjang malam, memohon berkah dan pengampuna atas segala dosa dan khilaf. Sehingga ibadah Ramadhan terakhir itu menjadi sempurna dan memberiku kesempatan untuk mencapai tingkat ketaqwaan tertinggi,sampai berhak menerima surga yang dijanjikan.

Rosulullah bersabda, “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qodar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya terdahulu.”





Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, jika ini Ramadhan terakhirku, bantu aku untuk menjadi pribadi taat yang senantiasa ikhlas menjalani peran yang Kau berikan. Kuatkanlah hatiku untuk tetap teguh beribadah dan menapaki jalan-Mu yang lurus. Aku ingin menjadi anak sholiha yang mampu mengantarkan orangtuaku pada Jannah-Mu.

Jika ini Ramadhan terakhirku, aku ingin bisa memperbaiki hubunganku dengan sesama manusia. Terutama Ayah dan Ibu. Karena bisa saja tanpa sadar aku pernah menyakiti mereka. mungkin ada perkataan atau candaan yang telah mendzolimi hati orang-orang di sekitar. Aku ingin rohani dan jasmani ini siap sepenuhnya menerima kedatangan Izrail. Ya Rabb jadikanlah atmosfir keagamaan di Ramadhan ini semakin kuat hingga aku berhak atas tempat kembali terbaik yang Kau siapkan.

Allahumma Balighna Ramadhan

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia


#PostinganTematik
#PosTemSpesialRamadhan
#BloggerMuslimahIndonesia


Posting Komentar

  1. Balasan
    1. Semoga Ramadhan ini bisa kita jalani dengan penuh kekhusyukan. aamiin

      Hapus
  2. semoga setiap ramadan dapat terisi dengan kekhusyukan hati ya..

    BalasHapus
  3. Semoga aku juga menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tidak hanya saat ramadhan. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.Semoga ibadah kita di Ramadhan ini mampu menempa kita jadi pribadi yang selalu taat sampai akhir hayat.

      Hapus
  4. Aamiiin....semoga semua dilancarkan dalam menjalankan ibadah ranadram tahun ini.

    BalasHapus
  5. Karena memang Ramadhan terlalu spesial untuk dilewatkan begitu saja ya, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak Leila. Kita harus bisa manfaatkan kebersamaan ini dengan baik

      Hapus
  6. semoga bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan ramadhan kali ini O:)

    BalasHapus
  7. Semoga tercapai ya Mbak. bisa mendapatkan malam seribu bulan, Lailatul Qodar. Bisa beribadah sepanjang malam, sehingga dapat berkah dan pengampuna atas segala dosa dan khilaf. Amin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Allahumma aamiin.jazaakillahu khoir mbak:)

      Hapus
  8. Sedih mbak bacanya. Jika ini Ramadhan terakhir ku. Bahkan banyak tetangga yg ninggal tepat beberapa hari sebelum Ramadhan. Memang usia tak pernah diduga ya

    BalasHapus
  9. Masyaa allah, ini adalah ramadhanku yang paling berbeda. Semoga aja aku bisa melampauinya dan menjadi ramadhan terbaik

    BalasHapus
  10. Aku kok ikutan sedih yaa, huhu. bener banget Allah kasih banyaaakkkk kesempatan.. tapi akunya masih suka sia-sia.. ramadan kali ini masih sama ky tahun-tahun kemarin, 'dapet' di awal.. dan biasanya di akhir jugaa. padahal momen-momennya itu di awal dan akhir yaa. semoga tetap bisa optimal menjalankan ramadan... aamiinnnn

    BalasHapus
  11. Mendapat lailatul qodar juga menjadi harapan saya. Semoga kita bisa beribadah di bulan Ramadhan kali ini dg lebih baik, dan diberi kesempatan Allah menjumpai lailatul qodar. :)

    BalasHapus
  12. Amin... amin... allahumma amin, semoga ya Mbak.

    BalasHapus
  13. Aamiin, ikut mengaminkan doa-doanya Mbak, semoga harapan dan doa kita yang sama menembus ke langit hingga berbuah ijabah dari Allah.

    BalasHapus
  14. Bener Mba kita harus perbanyak mengingat kematian apalagi di bulan Ramadan ini. Semoga kita selaLu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap ramadan kita

    BalasHapus
  15. ya allah semoga di ramadhan tahun ini saya tidak terlena dengan hiruk pikuk kesibukan dunia.

    BalasHapus
  16. Masya Allah iya emang ya Mbk Rika Ramadhan mesti diisi dengan kebaikan dan mengejar pahala.

    BalasHapus
  17. Semoga di Ramadhan ini kita bisa meraih gelar muttaqien ya mb

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah, kita akhirnya disampaikan ke Ramadan ya, Mbak. Selamat berjuang meraih keutamaan-keutamaan Ramadan. Baarakallah :)

    BalasHapus
  19. Ah, jika ini menjadi ramadhan terakhir... smg aku bia mempersembahkan yang amal ibadah yang terbaik di akhir hidupku. Pengandaian kita smg bisa menjadi cambuk ya mbak agar kita lebih bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita di bulan yg penuh berkah ini

    BalasHapus
  20. Amin ya Robbal Alamin yaAllah berharap banget bisa mendapatkan kemuliaan lailatul qadr juga, mbak.

    BalasHapus

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top