10

Tips Bersepeda Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru


Tips Adaptasi Kebiasaan Baru Sepedaan

Sejak pandemi masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasanya. Banyak pembatasan dilakukan demi memutus penularan virus covid-19. Dan saat ini kita pun dituntut untuk hidup di era adaptasi kebiasaan baru, yang bagi sebagian orang masih terasa berat. Terlebih bagi mereka yang masih kurang paham pentingnya disiplin diri mematuhi protokol kesehatan.

Covid-19 telah mengajarkan banyak orang betapa menjaga kesehatan itu sangat penting. Terutama hal yang berkaitan dengan menjaga imunitas tubuh. Karena virus ini sangat mudah menyerang dan menguasai orang dengan kondisi imun yang lemah. Salah satu cara yang paling mudah untuk menjaga dan meningkatkan imunitas adalah dengan rajin berolahraga. Hal ini pun telah ditegaskan oleh para pakar kesehatan. 


Pilihan olahraga Adaptasi Kebiasaan Baru

Nah, salah satu olahraga yang saat ini banyak digemari adalah bersepeda. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pengguna sepeda di jalanan, mulai dari sejak pagi hingga ada juga yang masih bersepeda saat malam hari. Bahkan beberapa orang telah menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi untuk mencapai tempat yang dituju. Sayangnya masih ada sebagian pesepeda yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Tentunya ini menjadi kekhawatiran bagi kita. 

Terkait hal ini, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI (Ditpromkes), berkolaborasi dengan komunitas sepeda, mengadakan seminar online untuk mengedukasi masyarakat tentang aktivitas berolahraga di era pandemi. 

Seminar Online Bersepeda di Era Adaptasi Kebiasaan Baru 


Seminar online bareng komunitas sepeda diadakan pada tanggal 7 November 2020. Seminar bertema “Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” ini menghadirkan narasumber, diantaranya: dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes (Dir. Promkes), Dr. Sonny H. B. Harmadi (Ketua Bid. Perubahan Perilaku Satgas Penanganan C-19), Poetoet Sudarjanto (Ket. Bike to Walk Indonesia), dan Azwar Hadi K (Founder Indonesia Folding Bike Community).


Seminar Adaptaai Kebiasaan Baru

Dalam kesempatan ini pak Riskiyana turut mengapresiasi para pesepeda yang disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun, atau yang dikenal dengan istilah 3M. Namun beliau juga sangat menyayangkan sebagian masyarakat yang kerap melanggar kebijakan kesehatan ini. Terlebih pandemi masih mengintai sampai saat ini. 

Pak Riskiyana berpesan agar pesepeda harus berhati-hati ketika istirahat. Karena di momen inilah potensi berkumpul terjadi. Dan tentu ini rawan penularan virus. Jadi tetap harus jaga jarak aman, tidak berkumpul, dan cuci tangan sebelum menyentuh makanan. Selain itu juga jangan lupa memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Setidaknya harus memenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh. 

Tips Aman Bersepeda di Era Adaptasi Kebiasaan Baru


Saat ini masyarakat banyak menggunakan sepeda bukan hanya sekadar sebagai sarana olahraga saja, tetapi juga sebagai alat transportasi. Namun bersepeda di masa pandemi berbeda dengan sebelum ada pandemi. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar bersepeda aman dan nyaman. Nah dalam seminar ini pak Azwar Hadi Kusuma memberikan tips aman berolahraga di masa penerapan adapatasi kebiasaan baru dengan bersepeda, yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu:


Sepedaan masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Tips Sebelum Bersepda

  1. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, sehat, dan bugar. Karena tubuh yang tidak fit, berpotensi terkena virus dengan lebih mudah saat berada di luar.

  2. Rencanakan rute bersepeda yang aman. Sebaiknya hindari jalan yang ramai. Namun tetap perhatikan apakah jalan tersebut rawan tindak kejahatan. 

  3. Pilih waktu terbaik, misalnya di pagi hari. Waktu pagi biasanya jalanan belum terlalu ramai, dan udara juga masih terasa sejuk dan segar.

  4. Pakai pakaian tertutup lengkap, bila perlu tak ada anggota tubuh yang terbuka. 

  5. Selalu bawa masker cadangan, hand sanitizer, botol minum, dan perlengkapan pendukung lainnya. Masker tetap wajib meskipun banyak yang merasa tidak nyaman bersepeda dengan masker. Terutama bagi penderita jantung, asma, dan penyakit saluran napas lainnya. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pilihlah masker yang dapat memudahkan sirkulasi udara, aman dan mudah menyerap keringat. 

Tips Saat Bersepeda

  1. Jika tidak memungkinkan bersepeda sendiri, usahakan tidak melibatkan kelompok besar. Maksimal 5 orang. Atau cukup dengan orang-orang terdekat yang sudah kita pahami kondisi kesehatan tubuhnya. Atau bisa juga dengan melakukan gowes secara virtual, bisa masing-masing. Bahkan lebih aman dan fleksibel sesuai kemampuan kita.

  2. Tetap gunakan pelindung, seperti helm, masker, dan kacamata

  3. Jaga jarak aman, minimal 1-2 meter, baik dari sisi depan, samping maupun belakang. 

  4. Patuhi peraturan lalu lintas sebagaimana saat kita menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini telah diatur dalam Permenhub no 59 tahun 2020

  5. Hindari berkumpul dan bersosialisasi saat kita berhenti atau beristirahat. Karena bisa saja kita tertular atau menularkan virus. 

Tips Saat Pulang Bersepeda

  1. Jangan melakukan kontak fisik dengan orang di rumah sebelum mensterilkan diri. 

  2. Lepaskan perlengkapan bersepeda di luar rumah

  3. Semprot sepeda dan semua perlengkapan dengan disinfektan

  4. Segera mandi dan masukkan pakaian ke mesin pencuci agar kuman ataupun virus yang menempel tidak mengendap. 

Perubahan Perilaku Masyarakat 


Pandemi telah menciptakan banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berbagai upaya pemerintah telah diterapkan untuk memutus penyebaran virus. Namun seiring waktu, perilaku masyarakat makin mempersulit penanganan kasus pandemi, terutama di masa adaptasi kebiasaan baru.  Ada yang tetap disiplin dengan protokol kesehatan, ada yang setengah-setengah, bahkan ada yang abai sama sekali. 


Protokol Kesehatan

Menanggapi hal ini, pak Sonny mengatakan bahwa perlu adanya intervensi yang diberlakukan secara resmi, misalnya dengan hukuman, memberikan insentif, nasihat, dan dukungan. Sehingga masyarakat bisa berubah perilakunya. Selain itu bisa juga dengan melakukan intervensi seperti kebutihan, kemanfatan dan mengajak orang lain. 

Dalam kesempatan ini pak Sony mengatakan bahwa  komunitas sepeda dapat menjadi role model dalam penerapan 3M, menerpakan gaya hidup sehat melalui olahraga dan makanan bergizi. Selain itu bisa juga dengan melakukan edukasi maupun sosialisasi kepada masyarakat, melalui berbagai kegiatan yang diadakan komunitas. Terutama kepad mereka yang belum sepenuhnya melaksanan pola hidup sehat yang telah dianjurkan. 

Menjaga Tubuh Tetap Prima Selama Bersepeda


Banyak yang mengeluh sakit atau mengalami cidera saat mulai bersepeda. Mereka beranggapan hal itu karena mereka masih belum terbiasa. Namun ternyata anggapan ini salah. Karena hakikatnya bersepeda itu tidak akan sakit jika dilakukan dengan cara yang benar. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh pak Poetoet dalam seminar online bareng komunitas sepeda. 

Menurut pak Poetoet, jika tiba-tiba merasakan sakit saat bersepeda, mungkin ada yang salah dengan sepeda atau dengan diri kita sendiri. Jika lelah, itu hal yang wajar. Untuk itu sangat perlu mengenali jenis sepeda, diri, dan lingkungan. Sepeda yang tepat atau sesuai kebutuhan kita tidak akan menimbulkan masalah. Dalam acara ini beliau mengatakan bahwa sepeda lipat merupakan jenis yang paling netral bagi siapapun. 

Jika pergi ke kantor dengan sepeda, lengkapi sepeda dengan rak jika tidak terbiasa membawa beban berat di dalam tas. Selain itu sangat penting juga untuk hafal lokasi-lokasi penting seperti pos polisi, rumah sakit, dan bengkel. Sehingga kita tidak kesulitan jika tiba-tiba mengalami masalah di jalan. 

Dan yang terpenting dalam bersepeda adalah tidak cukup hanya sehat saja, tapi kita harus dalam kondisi bugar, agar lebih maksimal dalam bersepeda. 

Yuk, mulai kebiasaan sehat di era adaptasi kebiasaan baru dengan bersepeda. Lebih baik lagi tetap bersepeda meski tidak ada pandemi. Karena bersepeda terbukti sangat baik bagi kesehatan. Hal ini telah dibuktikan pak Poetoet dan pak Azwar, yang telah bersepeda dan menjadikan sepeda sebagai transportasi wajib mereka selama 15 tahun. Pak Poetoet mengatakan bahwa kondisi jantung dan paru-parunya sangat sehat setiap melakukan cek kesehatan setiap tahun. 






Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

  1. Bagus nih kesadaran masyarakat hidup sehat meningkat, asal jangan jadi bergerombol saat bersepeda dan makan bareng, tetap jaga jarak dan maskeran..

    BalasHapus
  2. Bersepeda jadi olahraga yang sedang digemari di masa pandemi ya Mba...
    Semoga tetep bisa istiqomah berolahraganya ^_^

    BalasHapus
  3. aku dah lama pengin beli sepeda lipat, gara2 pandemi batal. bukan cuma soal budget, tapi para begal minat jg dg sepeda. malah jd pikiran kalo pas anak yg make

    BalasHapus
  4. Seminar online nya sangat bermanfaat ini, semoga artikel ini bisa dibaca oleh para pesepeda. Hobi sepedaan makin marak, cuma memang harus lebih dirapikan lagi

    BalasHapus
  5. Iya ya, kadang kalau habis sepedaan malah sakit di punggung atau tulang ekor. Berarti ada yang salah ya kak?

    BalasHapus
  6. Bersepeda juga jadi pilihan keluargaku. Cuma bengkel sepeda jauh dari rumah. Akibatnya 2 sepeda di rumah yg rusak jd merana

    BalasHapus
  7. selama pandemi ini, harga sepeda naiknya luar biasa, sepeda anak apalagi. aku yah habis beli dua sepeda anak dan itu harganya luar biasa, hahaha. jad bersepeda nih olaharag mahal juga

    BalasHapus
  8. salah satu hikmah adanya pandemi ini memang orang2 jadi menemukan banyak kebiasaan baru, termasuk bersepeda. mudah2an masyarakat semakin aware pula dengan cara bersepeda yang benar dan nyaman ya, soalnya kadang2 suka nemuin yang bersepeda di kota sini, belum sesuai protokol jalan, mungkin karena belum tersedia fasilitas khusus untuk para pemakai sepeda ya, mudah2an di sini nnti di sediakan banyak fasilitas itu aamiiin

    BalasHapus
  9. Infonya bermanfaat, pas banget suamiku hobi sepedaan, jadi tau apa yg harus dilakukan saat suami pulang sepedaan, 👍

    BalasHapus
  10. seminarnya bermanfaat banget nih, mbak. sayang saya kemarin nggak ikutan euy untung baca tulisan ini jadi lebih tahu nih pedoman bersepeda di masa pandemi ini

    BalasHapus

 
Top