5

Pengalaman Merawat Kucing Terkena FLUTD

Tiga minggu yang lalu aku benar-benar panik dan bingung. Hari itu, sepulang liburan dari Palembang, kulihat kucingku Birong (Eyong) tidak seperti biasanya. Ia tampak tidak bersemangat, tidak mau makan atau minum.  Diajak bermain pun tidak tertarik. Kuperiksa suhu tubuhnya normal. Sempat terpikir apa dia ngambek karena kutinggal beberapa hari. Hingga akhirnya kutemukan jawaban saat melihat ke box kotorannya. Ada darah.


Penyakit-flutd-kucing
Birong (Eyong)

Aku pun mulai cemas. Segera kucari tahu di komunitas pecinta kucing yang kuikuti. Akupun bertanya pada temanku yang dokter hewan di Jogja. Dari gejala dan ciri-cirinya, mereka menyimpulkan Eyong terkena penyakit infeksi saluran kemih, atau yang biasa disebut dengan FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease).

Semua menyarankanku untuk segera membawa Eyong ke dokter hewan. Karena ditakutkan kondisinya makin parah. Dan penyakit ini memang tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, maka akan sangat mengancam nyawa si kucing. 

Aku pun makin bingung dan gelisah. Masalahnya hari itu adalah hari ahad. Dan tidak ada dokter hewan yang buka praktek di kotaku. Aku bertanya pada teman-teman, mungkin ada yang tahu dokter hewan yang bisa didatangi hari itu. Alhamdulillah, ada satu dokter, dan satu-satunya yang buka praktek di hari ahad. Namun lokasi rumahnya lumayan jauh dari tempatku, sekitar 1,5 jam.

Aku langsung menghubungi sang dokter setelah mendapatkan nomor teleponnya dari temanku. Sayangnya aku harus kecewa. Karena kebetulan hari itu di depan rumah dokter tersebut sedang ada hajatan. Dan beliau mengatakan tidak bisa menangani kucingku.


Ya Allah, kakiku lemas dan kesedihan mulai menguasai diri. Sungguh tidak tega melihat keadaaan Eyong saat itu. Dan yang jelas aku belum sanggup kalau harus kehilangannya. Kenangan kehilangan katty pun teringat kembali.

Malamnya kondisi Eyong makin terlihat mengkhawatirkan. Ia sudah tidak sanggup mengangkat tubuhnya. Kudekati dan kuusap tubuhnya. Namun betapa terkejutnya aku ketika Eyong berteriak cukup keras saat itu. Ya, ia mulai tampak kesakitan. Di situ akupun tanpa sadar larut dalam kesedihan yang amat sangat. Buliran bening dari dua bola mata tak kuasa kubendung. Ya, Allah… aku tidak ingin kehilangannya. Tolong sembuhkan Eyong ya Allah. 

Aku tidak bisa menunggu saja. aku harus melakukan sesuatu. Bermodal kuota internet, aku pun sibuk mencari tahu lebih banyak informasi tentang FLUTD pada kucing. Berharap ada sesuatu yang bisa kudapatkan untuk memberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke dokter. 

Mengenal Lebih Jauh Tentang FLUTD 

Menurut Wikipedia, FLUTD kucing atau penyakit saluran bawah pada kucing adalah, penyakit yang menyebabkan gangguan saluran kemih pada kucing, yang biasanya banyak menyerang kucing-kucing jantan. Dulu penyakit ini lebih dikenal dengan nama FUS (Feline Urologic Syndrome).


Mengatasi-flutd-pada-kucing

Pada dasarnya kucing jantan dan betina sama-sama beresiko terkena penyakit ini. Hanya potensinya memang cenderung lebih rentan untuk kucing jantan. Hal ini terjadi karena ukuran uretra kucing jantan lebih kecil dibandingan dengan uretra pada kucing betina. Inilah yang membuat mudah terjadinya sumbatan pada saluran urin kucing jantan.

Faktor Penyebab Saluran Kemih Pada Kucing

Sistem saluran kemih pada kucing bisa mengalami peradangan, atau bisa juga mengalami penumpukan mineral pada bagian kandung kemihnya. Mineral inilah yang kemudian dapat berubah menjadi kristal-kristal, yang pada akhirnya bisa menjadi “batu.”

Kumpulan Kristal yang telah menjadi satu tadi akan mengiritasi saluran kemih, yang dapat mengakibatkan urin sulit dikeluarkan. Tak heran jika kucing yang menderita penyakit ini akan susah buang air kecil, bahkan mereka tidak dapat mengeluarkannya sama sekali. 

Selain itu, penyakit saluran kemih pada kucing juga bisa disebabkan faktor lainnya, yaitu:

  • Zat-zat makanan yang terkandung di dalam makanan, terutama dry food (protein tidak seimbang, magnesium, kalsium,dll)

  • PH urin kucing tidak seimbang

  • Stress (sedang birahi, atau bisa juga stress dengan kondisi lingkungan sekitarnya)

  • Obesitas

  • Infeksi bakteri, kurang minum, faktor usia, dll

Selain itu, menurut sumber yang kubaca, rata-rata kucing yang mengalami gangguan pada saluran kemihnya kebanyakan karena diberi pakan kering (dry food) saja. Yang jadi masalah bukan hanya pakan keringnya, tetapi jenis pakan dan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan kucing itu. 

Dry food yang tidak tepat berpotensi mengganggu kinerja saluran urin. Terlebih jika tidak diimbangi dengan asupan makanan lain, misalnya wet food atau raw food. Faktor-faktor ini pada akhirnya akan memicu FLUTD.

Informasi ini seakan menamparku. Aku mulai tersadar bahwa ternyata selama ini aku kurang memerhatikan jenis pakan untuk kucing-kucingku. Aku terlalu mengandalkan dry food sebagai makanan utama mereka. Sedangkan untuk wet food dan raw food, hanya kuberikan sesekali saja. ditambah pakan kering yang bahkan kerap kubeli satu karung (20 kg) itu tidak cukup baik untuk mendukung sistem urinary kucing.

Gejala Masalah Saluran Kemih Pada Kucing

Kucing yang mengalami masalah pada saluran kemihnya akan menunjukkan perilaku tidak biasa saat buang air kecil. Biasanya kucing akan berada dalam posisi buang air kecil yang lebih lama. Hal ini karena ia berusaha mengeluarkan urin, tetapi tidak kunjung bisa dikeluarkan. Makanya kadang kita akan melihat kucing mencoba berkali-kali buang air kecil. Dan ia akan lebih sering menjilati area genitalnya. 


Waspada-flutd-pada-kucing
Eyong sebelum sakit

Gejala lainnya yang ditunjukkan adalah ekspresi tegang saat buang air kecil. Tak jarang kucing pun akan menunjukkan rasa sakit saat melakukan buang air kecil tersebut. Misalnya ia mengerang (mengeong). Jika ia berhasil mengeluarkan urin, itupun dalam jumlah sedikit, dan urin tadi biasanya berwarna merah karena adanya darah di dalam urin. Selain itu kucing juga akan kehilangan nafsu makan. 

Cara Mengobati FLUTD Pada Kucing

Jika kucing menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutan di atas, maka segera bawa kucing ke dokter hewan. Terlebih jika kucing kesulitan buang air kecil dan ada darah pada urinnya. Dokter akan mengidentifikasi penyebabnya. Sehingga kucing akan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Dari hasil konsultasi dengan vet, grup pecinta kucing, dan hasil membaca berbagai sumber, kucing yang menderita FLUTD harus dipasang kateter, yaitu sebuah alat berbentuk tabung kecil fleksibel, yang biasanya digunakan pasien untuk membantu dalam mengosongkan kandung kemih. Selain itu dokter akan meresepkan obat yang bisa membantu penyembuhan kucing. 

Caraku menyembuhkan Kucing Terkena FLUTD Tanpa Ke Dokter 

Aku tidak bisa menunggu dokter buka praktek di hari kerja untuk mengobati Eyong. Aku pun terus mencari informasi kesana kemari. Dan di grup pecinta kucing mereka menyarankanku untuk memberikan obat kejihbeling, sebagai pertolongan pertama sebelum ke dokter besok. 


Obat-kejihbeling-untuk-kucing
Sisa obat kejihbeling saat mengobati Eyong

Agak sulit memasukkan obat ke mulut eyong. Karena dia sedang tidak nafsu makan. Jadi dengan terpaksa aku membungkus badannya dengan handuk, meminta tolong ayah dan ibu membuka mulutnya dan memasukkan obat.  

Selang sekitar 5 menit, keluar cairan darah kental yang cukup banyak dari saluran pembuangan kucingku. Cairan itu terus keluar, meski posisi tubuh Eyong berbaring. Karena dia memang sudah sangat lemas. Selama kurang lebih satu jam, aku terus memantau urin yang keluar dari tubuhnya. 

Ahamdulillah urin itu perlahan tidak lagi berwarna merah darah. Sudah mulai mendekati bening. Aku pun sangat senang dan bersyukur sekali. Dan alhamdulillah seorang teman mengirimkan link video youtube tentang perjuangan seseorang menyembuhkan kucingnya dari FLUTD. 

Pemilik kucing itu memutuskan merawat sendiri kucingnya yang sakit infeksi kandung kemih. Namun ia tetap membawa ke dokter untuk pemasangan kateternya saja. Karena kucingnaya tidak bisa buang air kecil. Untuk obat-obatan dan cara penanganan, tetap memakai resep dokter yang pernah didapatkannya dulu saat kucingnya yang lain terkena penyakit ini. 

Melihat perkembangan Eyong akibat kejihbeling, aku merasa kalau Eyong tidak perlu dibawa ke vet. Karena Eyong sudah bisa buang air kecil. Jadi kuputuskan untuk membeli obat-obatan yang diperlukan sesuai resep dokter saja. 


Resep-obat-flutd-untuk-kucing

Sayangnya hari itu aku tidak bisa mendapatkan Cystaid Plus dan Antibiotik Amoxilin Syrup. Padahal aku sudah berkeliling ke banyak apotek. Barangnya kosong. Yang bisa kudapatkan hanya Royal Canin S/O yang khusus untuk treatment urin. Akhirnya kubeli RC yang dry food dan wet food. 


Royal-canin-untuk-obati-flutd
Pakan khusus pengobatan sistem urin kucing

Sampai dirumah, Eyong sudah terlihat agak segar. Ia pun langsung menghampiriku ketika aku memanggilnya. Saat kubuka RC wet food, ia tampak menginginkannya. Alhadulillah Eyong sudah mau makan. Dan ia pun sudah mau minum juga saat itu. Sejak saat itu, aku mulai rajin membuat raw food dan lebih memerhatikan asupan makanan untuk kucing-kucingku. Aku senang sekarang Eyong alhamdulillah sudah sembuh total. Terima kasih yaa Allah. 



Dari pengalaman ini aku belajar, bahwa sangat perlu memerhatikan gaya hidup dan makanan si kucing. Tak hanya itu, kebersihan di sekitar kucing pun harus diperhatikan, mulai dari tempat makan, tempat minum, tempat buang kotoran, dan yang lainnya. Dengan perawatan yang baik dan tepat, maka kucing kesayangan kita akan lebih sehat, tidak mudah terserang penyakit. bukan hanya FLUTD, tapi penyakit lainnya.  


Posting Komentar

  1. Alhamdulillah, untungnya ada grup pecinta kucing yang bisa ditanyai saat dokter hewan gak bisa dikunjungi ya.

    BalasHapus
  2. Aku dulu merawat kucing pas kecil sampai SMP. Dari satu jadi banyak eheheh, tapi kucing liar yang ambil di pasar sih. Kalau yang keturunan begini belum pernah heheh. Makasih mbak, buat inforasinya.

    BalasHapus
  3. wah kucing bisa mengalami FLUTD juga ya...buat pertolongan pertama pake obatnya manusia juga ya.. Semoga gak mengalami lagi yaa sehat-sehat katty...

    BalasHapus
  4. Ya Allah..
    Sedih sekali melihat yang tersayang sedang sakit.
    Aku ikutan nangis bacanya..ga tega lihat Eyong lemas.

    Semoga lekas sehat dan gembira ya...sayang.

    BalasHapus
  5. Setelah bisa pipis apakah la gsung lancar? Pernah perhatikan kebiasaan kucing kalo pipis itu suaranya tersendat atau lancar sampe akhir? Kucing saya sudah bisa pipis tidak kesakitan lagi tapi masih blm lancar sampe akhir.. apakah eyong juga gitu? Mohon dijawab yaa.. .makasaih..

    BalasHapus

 
Top