11

 

Ada yang masih ingat dengan kompetisi film pendek Sundance Film Festival: Asia 2021 persembahan dari XRM Media dan IDN Media? 


sundance-film-festival-asia-2021

Informasi ini sebelumnya pernah kubahas, yaitu tentang adanya kompetisi untuk filmmakers di Indonesia yang disponsori oleh Argo, sebuah platform streaming dan juga kurator global short film

Nah, dua bulan berselang, kini kompetisi itu telah usai dan tinggal menanti sipakah yang akan memenangkan hadiah sponsor sebesar USD 2.000.

Pengumuman pemenang akan dilakukan bersamaan dengan program film dan diskusi panel yang akan digelar di Sundance Film Festival: Asia 2021 pada 23 sampai 26 September 2021. 

Gelaran acara ini akan diadakan secara virtual, dengan menampilkan film-film yang telah diseleksi dan dikurasi oleh tim dewan juri. Ada delapan film dari berbagai negara dengan genre beragam dan cerita menarik, yang akan ditayangkan pada event virtual ini. 

Sebagai informasi, program insan perfilman bergengsi ini ditayangkan secara khusus untuk para penikmat film di Indonesia. 

Untuk bisa ikut serta meramaikan dan menyaksikan semua rangkaian acaranya, teman-teman bisa membeli tiket digital, yang mulai tersedia Rabu, 15 September 2021. Pembelian dapat dilakukan melalui Sundance Film Festival Asia.org.

Kedepalapan film yang bisa disaksikan itu terdiri dari empat film naratif dan empat film dokumenter. Berikut ulsan singkatnya: 

Film Naratif Sundance Film Festival: Asia 2021

sundance-film-festival-short-movies-competition


  1. The Dog Who Wouldn't Be Quiet/Argentina (Sutradara: Ana Katz, Penulis Naskah: Ana Katz, Gonzalo Delgado, Produser: Laura Huberman, Ana Katz) — bercerita tentang seorang pria berusia tiga puluhan bernama Sebastian, dengan pekerjaannya yang tidak tetap. Namun ia selalu merasakan kehangatan cinta di banyak kesempatan hingga akhirnya ia menjadi sosok pribadi baru. 


  1. John and the Hole/U.S.A. (Sutradara: Pascual Sisto, Penulis Naskah: Nicolás Giacobone, Produser: Elika Portnoy, Alex Orlovsky, Mike Bowes) —bercerita tentang proses pendewasaan seorang anak bernama john, yang menahan keluarganya di dalam lubang di tanah.


  1. Luzzu/Malta (Sutradara dan Penulis Naskah: Alex Camilleri, Produser: Rebecca Anastasi, Ramin Bahrani, Alex Camilleri, Oliver Mallia) — bercerita tentang Jesmark, seorang nelayan dari pulau Malta, yang memasuki pasar gelap perikanan demi menafkahi keuarganya


  1. Passing/U.S.A. (Sutradara dan Penulis Skenario: Rebecca Hall, Produser: Forest Whitaker, Nina Yang Bongiovi, Margot Hand, Rebecca Hall) — bercerita tentang kehidupan dua perempuan kulit hitam selama masa segregasi di New York pada tahun 1920-an. 

Film Dokumenter Sundance Film Festival: Asia 2021

  1. Amy Tan: Unintended Memoir/U.S.A. (Sutradara: James Redford, Producer: Karen Pritzker, Cassandra Jabola) —bercerita tentang Amy Tan, salah satu sosok paling berpengaruh di bidang sastra Amerika, yang berusaha memahami betul trauma yang diwariskan oleh para perempuan yang berhasil menyelamatkan diri dari tradisi pergundikan di Tiongkok. 


  1. Try Harder!/U.S.A. (Sutradara: Debbie Lum, Produser: Debbie Lum, Lou Nakasako, Nico Opper) —bercerita tentang para senior di Lowell High School yang bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi impian mereka. 


  1. Users/U.S.A., Mexico (Sutradara: Natalia Almada, Produser: Elizabeth Lodge Stepp, Josh Penn) — bercerita tentang mesin-mesin teknologi yang menggantikan peran ibu mengasuk anaknya. 


  1. Writing With Fire/India (Sutradara dan Produser: Rintu Thomas, Sushmit Ghosh) —suatu ketika, muncullah satu-satunya surat kabar di India yang diinisiasi oleh seorang perempuan Dalit. Kepala Reporter Meera dan para jurnalisnya akhirnya mampu mematahkan tradisi dan isu termasif di India, mendobrak batas, mendefinisikan ulang makna kekuatan. 

Sedangkan untuk program diskusi panel, yang ditayangkan melalui platform TikTok @SundanceAsia dan Sundance Collab, akan membahas topik yang meliputi hal-hal berikut: 

  1. Film Outlook - Industri film Indonesia dari tahun 2016, era pandemi, hingga potensi yang mungkin terjadi pasca pandemi. Disiarkan pada Kamis, 23 September, pukul 11:00 WIB.

  2. Women in Film Industry - Menyajikan perjalanan industri perfilman di Indonesia melalui kacamata perempuan. Disiarkan pada Kamis, 23 September, pukul 15:00 WIB.

  3. The Directors - Festivals and the Pathway to Success. Disiarkan pada Jumat, 24 September, pukul 15:00 WIB.

  4. Percakapan dengan Sundance Film Festival: Asia Documentary Filmmakers, diikuti dengan sesi tanya jawab bersama Programmer Sundance Festival, Kim Yutani dan Heidi Zwicker. Disiarkan pada Sabtu, 25 September, pukul 11:00 WIB.

  5. Indonesian Short Filmmaking - Beberapa sutradara, produser film pendek kontemporer, dan sineas Indonesia akan berdiskusi tentang karya mereka yang mendunia. Disiarkan pada Jumat, 17 September, pukul 10:00 WIB.

Short Film Competition

Jury Award for Best Short Film di Short Film Competition akan diumumkan melalui live streaming TikTok (@SundanceFFAsia) pada Sabtu, 25 September 2021. 


sundance-film-festival-2021-asia

Pengumuman ini akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman Honorary Mention. Kompetisi yang dibuka bagi para filmmaker Indonesia ini

Dari gelaran ini, diharapkan dapat menemukan, memberi pembinaan, dan memberikan panggung bagi insan-insan perfilman dengan talenta-talenta baru, serta memperkenalkan mereka ke tingkat global.

COO IDN Media, William Utomo, mengatakan, “Sundance Film Festival: Asia 2021 akan menghadirkan serangkaian program yang intensif dan komprehensif. Harapan kami, para sineas di Indonesia dan regional dapat bertukar wawasan baru mengenai industri perfilman melalui program-program tersebut. 

Selain itu ia juga mengatakan bahwa hal ini selaras dengan visi IDN Media untuk terus memberi #PositiveImpact bagi masyarakat, Sundance Film Festival: Asia 2021 berkomitmen untuk menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara, kemudian menghubungkan mereka kepada para pakar di industri perfilman.”

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemrograman di Sundance Film Festival, Kim Yutani sangat antusias dengan vent ini terlebih melihat perkembangan film-film fiksi di Indonesia.

“Bersamaan dengan berkembangnya film-film fiksi dan dokumenter di Indonesia, kami begitu antusias terhadap peluncuran Sundance Film Festival: Asia edisi pertama kami,” kata Kim Yutani.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk dapat membawa semangat independen Sundance ke komunitas film yang dinamis di Indonesia. Semoga, kami dapat terhubung dengan penonton lokal dan mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel discussion yang kami selenggarakan,” sambungnya.

Sundance Film Festival: Asia Intensive Program 

Sebagai upaya dalam menjangkau komunitas regional, Feature Film Program dari Sundance Institute akan menyelenggarakan pelatihan intensif yang akan dilaksanakan selama dua hari secara virtual. 

Tujuannya adalah untuk menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara dan menghubungkan mereka dengan para ahli industri perfilman. 

Informasi Tiket Sundance Film Festival: Asia 2001

Tiket mulai dijual pada Rabu, 15 September, 09.00: Sundance Film Festival: Asia 2001 Screening Passes tersedia di SundanceFilmFestivalAsia.org.

Harga tiket: 

  • Rp 30.000 - Tiket Single Screening

  • Rp 85.000 - Tiket Explorer untuk akses ke semua screening

Untuk Informasi yang lebi detail, bisa didapatkan melalui laman berikut:

klik https://www.instagram.com/sundanceasia/ dan SundanceFilmFestivalAsia.org. 

Bagi yang ingn meramaikan Sundance Film Festival: Asia 2021, bisa turut terlibat dnegan membagikannya di media sosial dengan menggunakan tagar #SundanceAsia.

Demikianlah informasi mengenai Sundance Film Festival: Asia 2021, yang akan digelar virtual pada 23-26 September 2021.

Posting Komentar

  1. Wahhh masih lamaa, dan masih bisa daftar.. Mau ikut nonton jugaaa aaa

    BalasHapus
  2. Seruuuu banget!
    Walau pandemi belum kelar, kita tetep bisa mengapresiasi pilem yg ciamik ya.
    Ga sabar buat pantengin update seputar sundance film festival ini.

    BalasHapus
  3. wajib nonton ini buat para pencinta film festival

    BalasHapus
  4. duh pingin banget nonton film2nya

    apalagi 4 film yang termasuk Film Dokumenter Sundance Film Festival: Asia 2021

    apalagi ada 3 film tentang perempuan

    BalasHapus
  5. masih ada waktu yaa beberapa hari lagi, thanks info dan remindernya mbaa.. aku catat yaa.. karena lumayan tertarik juga sama festival film gini

    BalasHapus
  6. Aku mupeng sama Writing With Fire karena film dokumenter dari India biasanya kaya tradisi dan menguak sisi kemanusiaan, apalagi yang mengangkat jurnalisme. Semoga IDN Media tambah maju dengan mendukung Sundance Film festival, dan tentunya film-film Asis semakin bermutu dan memperkaya khazanah sinema dunia.

    BalasHapus
  7. wah para pecinta film nggak boleh ketinggalan nih sama acara sundance film festival ini. mana pengisinya juga keren-keren nih sayang banget buat dilewatkan

    BalasHapus
  8. Harga tiket untuk single screen lumayan murah ya kak, jadi penasaran dan pengen ikutan nonton. Cuma 30ribu hihi
    Aku baru tahu juga ada sundance film festival Asia inii

    BalasHapus
  9. Kalau film festivals gini ide ceritanya suka out of box ya. Penasaran sama yang users dan John and The Hole. Tiketnya juga terjangkau nih. Mau coba ikut kalau ada waktu

    BalasHapus
  10. Rasanya Film The Dog Who Wouldn't Be Quiet diadaptasi dari sebuah buku, bener gak yaa...?
    Salut dengan penghargaan yang diberikan. Rasanya jadi menambah semangat para pekerja film agar lebih matang mewujudkan ide dalam bentuk sinematografi.

    BalasHapus
  11. Ajang-ajang seperti ini memang perlu diperbanyak terutama untuk kemajuan film indonesia. Selain memberi latihan untuk menambah kemampuan dalam kompetensi karya, juga sebagai ajang saling belajar dengan sesama insan perfilman. Saling bertukar wawasan dan semakin terhubung dengan orang" Industri film. Mudah"an adanya Sundance Film Festival ini akan semakin banyak film" Indonesia berkualitas.

    BalasHapus

 
Top