1

 

Cara Obati  FLUTD Kucing

Cara Obati FLUTD Kucing tanpa ke Dokter, Lakukan Ini pada Anabul

Bagi pecinta kucing atau cat lover, salah satu hal yang paling ditakutkan adalah ketika anabul (anak bulu) terkena FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease).

FLUTD kucing merupakan salah satu penyakit cukup berbahaya, terutama jika terlambat mendapatkan tindakan medis dari dokter hewan atau pengobatan yang kurang tepat.

FLUTD kucing yang juga dikenal dengan Infeksi Saluran Kemih merupakan penyakit yang banyak menyerang kucing atau anabul Jantan, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa terjadi pada kucing betina.

Pengalaman menyembuhkan FLUTD Kucing

Pada 2021 salah satu anabul Jantan di rumah yang bernama Eyong terdeteksi terkena FLUTD.

Gejala awal yang ditunjukkan Eyong adalah kerap bolak-balik ke litter box untuk buang hajat. Namun, ia berada cukup lama di tempat pembuangan kotoran itu.

Setelah kuselidiki, ternyata ada tetesan urin dengan warna merah pucat. Kemudian, saat ia kembali ke litter box, ia tampak kesulitan mengeluarkan kotorannya.

Setelah kuperiksa kembali, tak ada kotoran di litter box tersebut, padahal Eyong cukup lama ‘nongkrong’ di dalamnya.

Aku pun mulai curiga dan panik. Benar saja, setelah membaca beberapa referensi di internet, ternyata anabul kesayanganku itu terkena FLUTD.


cara obati kucing terkena FLUTD


Kepanikanku meningkat saat tiba-tiba Eyong mengerang kuat dan ia langsung tergeletak tak berdaya. Saat itu dari tubuhnya keluar urin berwarna merah darah dengan jumlah cukup banyak.

Akupun ikut menangis dan memeluk tubuhnya yang sudah lemas tergeletak di lantai.

Sayangnya, saat itu bertepatan dengan hari Minggu dan tak ada satupun klinik dokter hewan yang buka. Bahkan saat kucoba menghubungi dokter hewan rekomendasi dari teman, ternyata sang dokter tidak bisa menangani saat itu karena ia sedang tidak ada di rumah.

Kesedihan luar biasa langsung menguasai diri karena tidak tega melihat keadaan Eyong yang sudah sangat butuh pertolongan.

Ya, Allah… aku tidak ingin kehilangannya. Tolong sembuhkan Eyong ya Allah.

Sebab Kucing atau Anabul Alami FLUTD

Berdasarkan sejumlah informasi yang kukumpulkan dari berbagai artikel yang ditulis veterinarian (vet), sistem saluran kemih pada kucing bisa mengalami peradangan hingga penumpukan mineral pada bagian kandung kemihnya.

Mineral inilah yang akan berubah menjadi kristal-kristal “batu” yang membuat saluran kemih sulit mengeluarkan urin.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab yang dapat membuat anabul mengalami FLUTD:

1.      Zat-zat makanan, terutama di dalam dry food (protein tidak seimbang, magnesium, kalsium,dll)

2.      PH urin kucing tidak seimbang

3.      Stres karena sedang birahi atau kondisi lingkungan sekitarnya

4.      Obesitas

5.      Infeksi bakteri, kurang minum, faktor usia



Sebagai catatan, ternyata anabul tidak bisa diberi sembarang dry food. Sebagai pemilik (pawrent) kita harus memerhatikan kandungan gizi dan nutrisi di dalam pakan kucing. Jadi jangan asal beli terlebih hanya karena harganya lebih murah.

Dry food yang tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anabul bisa memicu kinerja saluran urin. Terlebih jika anabul tidak diberikan menu makanan pendamping seperti wet food atau raw food.

Kenyataan ini seketika menamparku. Ternyata selama ini aku kurang memerhatikan jenis pakan untuk kucing-kucingku. Aku terlalu bergantung pada dry food sebagai makanan utama anabul.

Sementara untuk wet food dan raw food, hanya kuberikan sesekali saja saat karena malas mengolahnya

Setelah dicek, ternyata pakan kering yang satu karung (20 kg) itu tidak cukup baik untuk mendukung sistem urinary kucing.

Lantas, bagaimana cara mengenali kucing terkena FLUTD sejak dini?

Gejala yang paling umum adalah perilaku tidak biasa kucing saat buang air kecil, yakni anabul akan berada dalam posisi buang air kecil yang lebih lama.

Hal ini terjadi lantaran kucing tersebut sedang berusaha keras mengeluarkan urin, tetapi tidak kunjung bisa dikeluarkan. Itulah yang membuat mereka kerap bolak-balik ke litter box-nya.

Selain itu, anabul juga lebih sering menjilati area genitalnya. Mulai kehilangan nafsu makan dan jika ia berhasil mengeluarkan urinnya, maka warnanya tampak merah pucat hingga merah darah.

Cara Mengobati FLUTD Pada Kucing

Jika anabul menunjukkan gejala FLUTD, maka segeralah bawa ke dokter hewan agar mendapatkan tindakan medis dan pengobatan yang tepat.

Dari hasil konsultasi dengan vet di grup pecinta kucing, dokter mengatakan bahwa jika anabul mengalami infeksi pada saluran kemih, maka harus dipasang kateter pada area keluarnya urin.

Alternatif Sembuhkan FLUTD Kucing tanpa ke Dokter Hewan

Saat Eyong mengalami FLUTD, beberapa teman di komunitas pecinta kucing menyarankan memberikan pertolongan pertama dengan memberikan Eyong obat kejih beling.


kejih beling


Hal ini juga berdasarkan pengalaman beberapa pemilik anabul yang kucingnya membaik saat terkena infeksi saluran kemih setelah diberi kejih beling.

Saat itu Eyong berusia sekitar satu tahun dengan bobot tubuh sekitar 3 kg. aku memberikan kejih beling dengan dosis satu kapsul yang dilarutkan dengan satu sendok makan air untuk satu hari.

Alhamdulillah, ternyata obat tersebut bereaksi cepat pada tubuh Eyong. Selang sekitar 5 menit, keluar cairan darah kental yang cukup banyak dari saluran pembuangan urinnya.

Saat itu cairan merah segar itu terus mengalir dengan posisi tubuh Eyong yang masih berbaring karena ia memang masih sangat lemas.

Perlahan-lahan, cairan urin Eyong mulai jernih seperti bisanya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan ini adalah, pastikan kucing minum yang banyak agar ia tidak dehidrasi. Selain itu, usahakan agar anabul mau makan. Sebaiknya beri makanan yang disarankan dokter sebagai pakan peyembuhan kucing yang terkena FLUTD.

Adapun obat yang diresepkan dokter adalah Cystaid Plus, Antibiotik Amoxilin Syrup, dan ganti pakannya selama pengobatan dengan Royal Canin S/O yang khusus untuk treatment urin.


resep obat FLUTD kucing


Proses kesembuhan Eyong kurang lebih sekitar satu pekan. Dari kejadian ini, aku mulai rajin mengolah rawa food, memberikan ikan rebus, tempe rebus, atau ayam rebus sebagai hidangan selingan untuk para anabul.

Selain itu, aku pun mengganti pakan yang selama ini kuberikan kepada para anabul dengan pakan yang lebih sehat dan baik untuk kesehatan saluran kemih kucing. Harganya memang agak lebih mahal, tetapi kesehatan kucing-kucingku jauh lebih penting. insyaAllah rezeki akan Allah berikan dengan deras agar aku bisa merawat anabul dengan baik.

Jika kucing sehat, maka pun akan menghasilkan keturunan yang sehat. Lantas, bagaimana cara merawat kucingh hamil hingga melahirkan? Yuk baca artikel Pengalaman Merawat Kucing Hamil hingga Melahirkan.

Posting Komentar

  1. merawat kucing memang perlu ekstra sabar dan peka ya dengan perubahannya...alhamdulillah anabulnya kembali sehat yaa mbaa

    BalasHapus

 
Top