37
Insto Dry Eyes Atasi Mata Kering


Mudik ke Padang dan Mata Kering


Jujur, aku termasuk tipe orang yang suka menganggap sepele ketika di tubuh ada gangguan kecil. Salah satunya saat mataku terasa lelah, perih, atau kering. “Pasti karena kurang tidur nih.” Itulah sebait kalimat yang jadi andalan setiap kali mata mulai protes. Kebetulan aku memang sering tidur larut untuk menyelesaikan pekerjaan atau sekadar marathon nonton dracin favorit.

Mata kadang seperti ada selaput dan agak gatal saat bangun tidur, kadang baru beberapa jam di depan laptop mata rasanya perih, dan saat naik motor pulang pergi kerja pun dua bola mata ini terasa lelah dan perih juga seperti ada sensasi terbakar.

Gangguan ini berlangsung cukup lama, karena kupikir apa yang kualami hanyalah akibat dari kurang tidur atau terlalu lama di depan layar. Toh selama ini juga mataku kembali nyaman melihat setelah istirahat cukup atau sehabis kuusap-usap dan mengedip-ngedipkannya.

“Kamu tuh ya, jangan disepelein, nanti kalau kenapa-kenapa gimana. Lebih baik diperiksa dulu aja,” kata ibu saat menegurku karena beliau terlalu sering melihatku mengucek-ucek mata. Ternyata, pengabaianku akan hal kecil tersebut berakibat cukup serius.

Inilah kisah pengalamanku yang mengalami gangguan mata akibat abai dengan gejala mata SePele dan suka menganggap diri sebagai dokter pribadi ini. semoga kisahku ini bisa dijadikan Pelajaran buat teman-teman pembaca semua agar lebih peduli dengan indra penglihatannya, terutama saat muncul gangguan kontinyu. Jangan sampai mengalami parah dulu baru panik cari solusinya.

Selamat membaca ya, jangan lupa istirahatkan mat ajika sudah lama di depan layar. Sayangi matamu karena dia jendela duniamu yang begitu berharga.

Pulang Basamo ke Ranah Minang yang Sejak Lama Dirindukan

2024 lalu keluargaku akhirnya bisa ikut pulang basamo (pulang bersama) keluarga besar orang-orang Padang perantauan di Lampung. Kami sangat senang sekali karena sudah sangat lama tidak mencium bau tanah Ranah Minang. Terakhir kali pulang kampung itu saat aku masih duduk di bangku SMP. Aku pun sangat antusias. Sudah tidak sabar ingin mengeksplor alam Sumatera Barat sepuasnya sambil banyakin foto-foto, kangen masakan, kangen mandi di surau dan lona, serta kangen sanak saudara.



Alhamdulillah perjalanan pulang kampung lebih hemat waktu sejak ada Tol Trans Sumatera. Tidak sampai 24 jam kami sudah sampai di kampung halaman yang dirindukan sejak lama.

“Jangan kuat-kuat ngucek, nanti merah matanya,” tegur ibu.

Sesampai di Padang, tepatnya di desa Piliang Labuah, Batu Sangkar (rumah nenek), aku merasa mata sangat lelah, perih, dan terasa seperti ada selaput di bola mata yang menghalangi penglihatan. “Pasti gara-gara scroll hp terus di mobil dan kurang tidur,” batinku. Karena selama perjalanan aku memang banyak berinteraksi dengan layar ponsel dan sedikit tidur.

Alhamdulillah kondisi membaik setelah mandi. Aku pun makin yakin bahwa tidak ada yang serius dengan mataku yang kerap terasa perih, agak sepet, dan lelah itu.

Sehari setelah sampai di rumah nenek, keluargaku pergi ke Bukit Tinggi untuk mengunjungi kakak lelaki ibu. Sepulang bersilahturahmi, kami beserta keluarga Mamak Iwal (mamak: paman dalam bahasa Padang) pergi ke kawasan Jam Gadang dan Ngarai Sianok.

Sebagai pecinta alam, inilah momen yang paling happy. Terlebih aku bisa menikmati pesona wisata alam Sumatera Barat bersama keluarga besarku. Rasa syukur dan tak hentinya memuji Allah terus terucap ketika dua bola mata ini menyaksikan langsung keindahan alam di Ngarai Sianok.

Terbelalak dengan Pesona Alam di Ngarai Sianok

Kawasan wisata alam Ngarai Sianok yang memiliki landskap lembah curam dengan pemandangan memukau ini terletak sangat dekat dengan Jam Gadang.

Dari sumber informasi yang kubaca, Ngarai Sianok terbentuk akibat Patahan Semangko, yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra. Kata “Sianok” yang artinya diam/sunyi adalah bahasa Minang, yang menggambarkan suasana alam tenang di sini. Di dasar lembahnya mengalir Batang Sianok, yakni sebuah sungai kecil berair jernih.


Ngarai Sianok

Dari tepi Taman Panorama, kita dapat melihat Janjang Koto Gadang, dikenal sebagai “Great Wall of Koto Gadang,” yang membentang di antara lembah hijau Ngarai Sianok. Aku bisa melihat sepuas mata memandang tebing-tebing curam yang menjulang tinggi ditemani pepohonan hijau lebat dan aliran sungai kecil di dasar lembah. Beruntungnya saat itu cuaca cerah, jadi aku pun bisa melihat Gunung Singgalang yang tampak berdiri gagah di kejauhan.


Keindahan Ngarai Sianok

MasyaAllah, pemandangan alam Ngarai sungguh membuat mataku terbelalak, rasanya tak puas-puas menatap. Saat menjelang senja kami pun beranjak pulang. Lagi-dan lagi aku merasakan mata mulai protes. Lelah, seperti ada sensasi mengantuk dan ganjalan di mata. Mungkin karena seharian berada di ruang terbuka, yang kadang di jalan disapa debu dan angin kencang.

Bertualang di Jalan Berliku Tajam Kelok 9

Kelok 9, sebuah jembatan ikonik di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Tikungan tajam di sepanjang jalannya memang tampak menantang. Namun, di balik itu ada suguhan pemandangan alam luar biasa yang sangat memanjakan mata.

Kelok 9 dikelilingi lembah hijau, hutan tropis lebat, dan tebing-tebing menjulang tinggi, yang seolah menjadi benteng pertahanan jalan. Suguhan alam ini sungguh membuat siapapun bakal terpukau. Selama di perjalanan mengelilingi kelokan, tanganku terus mengarahkan kamera ponsel merekam perjalanan luar biasa ini.


Jembatan Kelok 9

Kami berhenti sejenak di beberapa spot untuk menikmati kawasan ini lebih lama atau sekadar berfoto. Di pagi hari kawasan Kelok 9 yang diselimuti kabut tipis merupakan sebuah pemandangan eksotik. Sedangkan saat sore, area ini pun tak kalah memukau. Pantulan sinar matahari di antara tebing-tebingnya adalah salah satu keindahan alam yang spektakuler.

Sayangnya, mataku tampaknya tak kuat berlama-lama menatap sekeliling area Kelok 9. Tiba-tiba mata mulai perih seperti orang habis begadang. Tak hanya itu, mata juga terasa agak gatal. Bahkan di beberapa momen ketika aku ingin berfoto, hasilnya kurang memuaskan karena mataku tampak terpejam. Sepertinya terganggu dengan pantulan sinar matahari di sini.


Kelok 9

Kendati tidak bisa berfoto lebih maksimal, namun aku tetap bersyukur karena bisa secara langsung menikmati indahnya Kelok 9. InsyaAllah aku akan kembali lagi di waktu terbaik dengan kondisi yang lebih baik.

Awal Mula Rasa Cemas Mulai Menghantui

Kebanyakan orang suka mengabaikan gejala ringan yang muncul pada mata, tak terkecuali aku yang kerap meyakinkan diri “nanti juga sembuh sendiri.” Sayangnya, gejala mata sepele yang terus diabaikan dapat memperburuk kesehatan mata hingga mengarah pada kondisi serius. Hal inilah yang akhirnya kualami. Saat perjalanan kami ke Puncak Lawang yang berada di kawasan Danau Maninjau, Padang Panjang. Aku pun sangat excited. Isi kepala sudah membayangkan keseruan perjalanan ini, terutama view Danau Maninjau yang menakjubkan dari ketinggian di atas Puncak Lawang.


Puncak Lawang

Mobil kami melaju menyusuri jalan berkelok menanjak menuju ke Puncak Lawang. Selama perjalanan, kumanfaatkan waktu scroll ponsel untuk mencari informasi tentang Puncak Lawang, berbalas chat Whatsapp, dan unggah story jalan-jalan ke daerah dingin di Padang tersebut. Sesekali tangan mengusap mata karena sepertinya ada ganjalan di mata. Rasa seperti ada pasir halus yang membuatku ingin kucek-kucek mata terus. Dan…kendati demikian, aku tetap memaksakan diri menatap ke layar ponsel.

Inilah awalnya...

Mata kiri seperti ditarik dan agak perih. "Ah paling capek karena liatin hp terus,” pikirku sambil kukucek dan sedikit membelalakan mata. Tapi beberapa menit kemudian kok makin aneh. Saat mata menatap view danau maninjau yang sudah mulai tampak dari kejauhan,….lah kok agak burem? Kukedipkan mata, buka, kedip lagi, tapi masih agak buram. Akhirnya, rasa cemas pun mulai menghantui pikiranku.

Saat tiba di Puncak Lawang, senyumku terukir puas menyaksikan betapa indahnya alam di sini. Terlebih saat kami naik makin k etas puncak. Tampilan Danau Maninjau yang tampak dari kejauhan di bawah sana begitu menakjubkan. banyak orang sibuk mem-videokan momen di sini dan banyak juga yang berfoto-foto dengan latar belakang Danau Maninjau.

Aku pun ikut sibuk merekam setiap sudut kawasan ini. aku juga sibuk foto-foto bersama keluargaku di beberapa tempat. Tapi lama-lama mata perihku kok nggak hilang-hilang dan sakit saat mata terkena sorot lampu ketika aku masuk ke toilet.

Aku ceritakan yang kualami pada ibu dan adik perempuanku, karena jujur saja aku mulai panik. “Kemasukkan debu mungkin uni matanya,” kata adikku. Tapi rasanya bukan kemasukkan debu. Karena saat di toilet tadi aku cuci mata dengan air, tapi mata tetap perih.

Alhasil, momen kebersamaan di Puncak Lawang yang seharusnya seru dan menyenangkan jadi sedikit terganggu, lantaran rasa cemas karena gejala mata. foto-foto tidak puas. Dalam perjalanan pulang, aku kembali sibuk scroll hp, tapi kali ini Googling tentang kondisi mataku. Sayangnya, makin banyak baca justru makin membuatku dihantui rasa cemas. Akhirnya aku putuskan memejamkan mata, tidur sejenak. Berharap nanti saat sampai kondisinya sudah membaik.

Keesokan hari, ibu memaksaku memeriksakan mata ke RSUD Batusangkar. Setelah ditanya keluhan dan apa saja yang kualami, dokter melakukan pemeriksaan. Aku diminta berkedip, lalu dilakukan tes cek air mata dengan cara menempelkan kertas tipis di ujung kelopak mata bawah dan memejamkan mata 5 menit. Setelah itu aku diminta meletakkan dagu di sebuah alat, lalu dokter menyalakan alatnya dan menyorot mataku dengan cahaya terangg.

Dokter meresepkan obat tetes mata untuk mengatasi keluhan mataku. Selain itu, dokter memintaku untuk mengatur screen time, banyak minum air putih, dan istirahat cukup. Dokter bilang aku terkena sindrom mata kering.

“Mata saya parah nggak ya, dok?” tanyaku.

"Masih aman, tapi jika kebiasaan seperti berlama-lama main hp, lama di depan laptop, AC/kipas angin yang langsung ke mata, begadang, kurang minum dipelihara, itu lama-lama bisa membuat rabun permanen dan kerusakan serius pada mata. Kebanyakan kasus mata kering sembuh dengan obat tetes dan ubah kebiasaan,” kurang lebih itu kata dokternya.

Astaghfirullah, seseram itu ternyata. Alhamdulillah ibu bersikeras membawaku ke dokter dan untungnya kedua bola mata ini masih bisa diselamatkan. Warning buat diriku, perih-perih sepele pada mata tidak boleh didiamkan jika masih ingin menyaksikan indahnya dunia ini.

Setelah mengikuti saran dokter, perlahan-lahan dalam beberapa bulan gejala mata kering berkurang. Kini, aku tak mau lagi diam saja saat mata mulai protes. Mata kering di bidang pekerjaanku yang banyak menghabiskan waktu di depan laptop dan ruang AC, memang tidak bisa dihindari, tidak mungkin juga aku langsung resign hanya karena hal itu. Yang bisa aku lakukan adalah melindungi kesehatan mata dengan menghindari penyebab/pemicunya. Setidaknya bisa meminimalkan risiko Gejala Mata Kering.

Pencegahaan dan Cara Mengatasi Mata Kering secara Mandiri

Dengan rutinitas digital dan ruang kerja berpendingin serta paparan angin, debu, dan polusi di luar rumah saat pulang pergi kerja pastinya tidak mudah membuat kita bisa terhindar dari mata kering begitu saja. Oleh karena itu, saat gejala mata kering seperti SEpet, PErih, Lelah (SePeLe) mulai muncul, jangan dibiarkan jika sayang pada organ penglihatan kita.

Aku mulai menerapkan metode 20-20-20, yakni dengan cara mengistirahatkan pandangan mata dari layar digital tiap 20 menit. Caranya dengan mengalihkan pandangan 20 detik ke objek berjarak 6 meter. Untuk mengingatkan, aku sengaja pasang alarm di HP. Selain itu, aku upayakan agar mata bekedip juga

Menurunkan  layar 10-15 dari garis mata juga sangat membantu, karena posisi agak nunduk akan membuat mata terbuka lebih kecil, sehingga air mata tidak mudah menguap.

Yang tak lupa juga, jangan langsung hadapkan AC/kipas angin ke arah mata. Arahkan ke atas atau ke kaki. Selain itu, aku juga berusaha cukup minum air putih, karena kalau dehidrasi, produksi air mata sedikit. Istirahat cukup jangan suka begadang jika tidak urgent. Dan yang tak kalah penting, perbanyak makan yang sehat seperti buah, kacang, atau yang mengandung omega 3.

Jika mata terasa lelah dan perih, aku kompres dengan handuk hangat selama 5-10 menit. Selain itu aku selalu siapkan obat tetes mata yang sudah terpercaya dan juga banyak direkomendasikan. Nah, di bawah ini video saat aku mengaplikasikan obat tetes mata andalanku.




Yang terus coba kujaga konsistensinya adalah menerapkan digital detox saat libur atau weekend. Agak berat sih tidak scroll hp seharian, tapi demi menjaga mata, aku pun mengalah.

Berdasarkan saran dari dokter saat pemeriksaanku, agar mata tak berpotensi lebih parah, dokter menyarankan jangan sering kucek mata dan scroll hp di tempat gelap.

Sebenarnya Apa Sih Mata Kering Itu?

Kondisi mata yang terasa mengganjal, sepet, atau perih sering kali diabaikan oleh banyak orang. Inilah yang mengakibatkan banyak terjadinya kasus kerusakan mata serius.

Mengutip laman berita Suara Merdeka Bali, di Indonesia prevalensi mata kering cukup tinggi, sekitar 27,5 persen dari populasi.

Mata kering adalah kondisi di mana organ penglihatan kita tidak mampu memproduksi air mata dengan cukup, sehingga tidak dapat melumasi mata dengan sempurna.

Mengutip kanal YouTube Vio Optical Clinic, dr. Weni Puspitasai, Sp.M mengatakan, air mata punya 3 lapisan, yakni lipid (minyak), aqueous (air), dan mucin (lendir). Ketiganya berkerja baik dalam menjaga kelembaban mata agar tetap nyaman dan terlindungi dari iritasi maupun infeksi. Jika salah satu mengalami gangguan, misalnya berkurangnya produksi minyak, maka mata bisa kering.


Kenali gejala mata kering
Diedit dengan bantuan chatgpt


Nah, ternyata salah satu keluhan yang sering terjadi pada mata kering adalah mata berair. Inilah yang kadang membuat kita salah paham.

Dikutip dari laman resmi insto.co.id, Mata SEpet (terasa berat, tegang, kurang nyaman saat melihat), PErih (sensasi terbakar atau seperti ada pasir di mata), Mata LElah (sulit fokus, merasa sering ngantuk, dan cepat lelah saat beraktivitas), adalah kondisi umum mata kering yang perlu diwaspadai.

Selain itu, jika pandangan terasa buram atau mata mulai sensitif terhadap cahaya, maka ini juga patut diwaspadai. Sebaiknya segera periksa ke dokte ahli. Gejala mata kering memang tidak bisa disepelekan, tetapi kita juga tetap bisa mencegah dan melindungi mata dengan cara mudah, kok.


Mata kering

Insto Dry Eyes: Solusi Atasi Mata Kering Secara Efektif tanpa Harus ke Dokter

Obat tetes mata INSTO DRY EYES, adalah obat tetes mata yang banyak dipakai orang Indonesia. Tak heran, jika stok di apotek atau minimarket kerap habis, lantaran banyak yang mencari si mungil yang cukup ampuh menyegarkan mata kembali ini.


Tetes mata Insto Dry Eyes

Nah, untungnya, saat aku sedang mencari obat tetes mata ke minimarket di dekat rumah, #InstoDryEyes langsung terlihat memikat karena tampilan new packaging-nya yang lebih fresh dan menarik. Stok tersedia 3 buah dan aku ambil 2 kotak untuk persediaan di rumah. Pokoknya gangguan #MataSePeLeJanganSepelein jika ingin #BebasMataKering.


Insto Dry Eyes New Packaging


Kenapa harus Insto Dry Eyes?

Karena obat tetes mata ini dirancang sebagai pelembab tambahan hingga meringankan iritasi, yang diakibatkan gangguan mata kering. Dengan formula khususnya, obat tetes mata ini membantu dalam:

1.     Mengatasi mata kering akibat paparan layar digital terlalu lama.

2.     Menjaga kelembapan alami mata

3.     Meredakan iritasi mata ringan dan ketidaknyamanan saat berkedip

 

Jujur, aku pribadi cukup puas menggunakan produk ini karena memang telah terbukti membantu gangguan mata kering yang kualami. Cukup beberapa tetes, mata kembali segar.

Mengutip informasi di laman resmi insto.co.id, obat tetes mata Insto Dry Eyes memiliki kandungan bahan aktif utama, hydroxypropyl methylcellulose 3.0 mg dan Benzalkonium Chloride 0.1 mg.


Insto Dry Eyes

Insto Dry Eyes

Aturan Pakai Insto Dry Eyes

1.     Cuci bersih tangan sebelum menggunakan Insto Dry Eyes.

2.     Jika memakai lensa kontak, lepaskan dulu sebelum meneteskan obat.

3.     Dongakkan kepala ke arah belakang dan tarik kelopak mata bawah, lalu teteskan 1–2 tetes Insto Dry Eyes pada mata.

4.     Kemudian tutup mata dan tekan ujung mata di dekat hidung selama 2–3 menit agar obat dapat meresap maksimal.

5.     Jangan menggosok atau menekan mata agar obat tetes bekerja optimal.

6.     Untuk hasil terbaik, gunakan 3 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

7.     Jangan dipakai setelah kemasan dibuka 1 bulan.

 

Pengalaman mata SePeLe saat momen mudik mengajarkanku betapa pentingnya memerhatikan kesehatan mata, dan tidak mengabaikan setiap gejala yang membuat mata tidak nyaman. Jangan biarkan gejala mata kering mencuri dan merusak momen berhargamu. Yuk, mulai sekarang jangan lagi menyepelekan gejala mata kering. Segera atasi dengan Insto Dry Eyes agar mata kembali segar. ye

Referensi:

  1. https://primayahospital.com/umum/mata-kering/ (Diakses 2 Agustus 2026)
  2. https://www.alodokter.com/mata-kering (Diakses 2 Agustus 2026)
  3. https://insto.co.id/produk/insto-dry-eyes
  4. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/559/kenapa-mata-bisa-terasa-kering-yaa (Diakses 27 Juli 2026)
  5. https://ieceyecare.com/news/7-ciri-ciri-mata-kering-yang-wajib-anda-ketahui-sebelum-terlambat/ (diakses 5 Agustus 2026)
  6. https://www.google.com/amp/s/bali.suaramerdeka.com/kesehatan/amp/82415612322/prevalensi-mata-kering-di-indonesia-capai-275-persen-masyarakat-usia-lebih-dari-50-tahun-jadi-paling-rentan (diakses 5 Agustus 2026)

 


Posting Komentar

  1. Aku juga pernah mba merasakan mata seperti berkabut selama bebebapa hari..sempet kepikiran apa mata minus yaa akhirnya ke toko kaca mata dan setelah di test juga aman saja tidak ada kendala mata minus..dan ternyata setelah beberapa hari kemudian keluhan mata berkabut ini sembuh sendirinya berkat rajin tetes mata pake insto..ternyata keluhan mata itu sangat mengganggu yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sebenarnya sudah sangat sering mbak mengalami gejala mata kering ini. Cuma karena dia suka hilang sendiri, jadi akunya santai saja. Puncaknya saat aku mudik itu, mungkin itu akumulasi keabaian aku sama mata, jadi gangguannya benar-benar lumayan intens dan buat panik.

      Hapus
  2. Berarti cocok banget ya kak dipakai untuk pekerja yang sehari-harinya di depan layar laptop terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah di aku cocok sih kak. Dan kebanyakan orang juga cocok pakai produk ini

      Hapus
  3. Saya juga pakai produk tetes mata ini dan memang sangat enak dan praktisi dipakai. Satu tetes saja sudah buat mata kembali pulih. Gak terasa gatal dan merah lagi. Tapi kalau boleh saran, kalau mata gak kunjung membaik harus segera periksa ke dokter mata.

    Btw, Jalan-jalan ke Padang adalah impian saya sejak dulu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak, kalau gejala ga juga membaik, jangan abai kayak aku ya. Pokoknya langsung ke ahlinya. Semoga segera bisa jalan-jalan ke Padang ya mbak.

      Hapus
  4. Kadang kita sering mengabaikan gejala mata kering dan dikira cuma lelah biasa, padahal kalau dibiarkan malah makin ganggu aktivitas. Penggunaan Insto Dry Eyes ini emang jadi solusi praktis dan life saver banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kita suka anggap yang sepele bukan hal serius. Padahal hal kecil kalau lama-lama dibiarkan juga bisa jadi masalah ya

      Hapus
  5. Aku kadang penasaran gimana cara kerja produk seperti ini, maksudnya kok bisa menyamankan gitu, apakah memang obat secara khusus atau kayak semacam kalau buat kulit tuh moisturizer gitu. Ternyata kalau di Insto Dry Eyes ada bahan yang gunanya melindungi dan ada juga yang untuk melawan kalau-kalau ada bakterinya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kandungan bahan di dalamnya yang membuat kerja obat ini efektif pada gangguan mata kering. Makanya banyak yang merekomendasikan juga

      Hapus
  6. Duh baca postingan kakaknya aku jadi kengen menelusuri sumatera barat, tempat2 yg begitu ikonik dan indah panoramanya. Moment yang mengesankanbegitu paling ga nyaman kalau terhalang gejala mata kering, untungnya Insto Dry Eyes mudah dijumpai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti bisa eksplor Sumatera Barat di saat tepat ya kak. Aku pun belum puas karena qadarullah ada case di luar rencana itu, dan sedang mencai waktu tebaik buat bisa pulang kampung lagi.

      Hapus
  7. Relate banget sama kebiasaan menatap layar berjam-jam setiap hari. Kadang mata mulai terasa kering dan nggak nyaman tapi seringnya malah diabaikan karena dianggap cuma kecapekan :( jadi reminder banget nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sering berhubungan dengan layar digital memang harus lebih aware ya mbak

      Hapus
  8. Kadang kita lupa kalau mata juga butuh rehat dan kelembapan ekstra. Tips posisi layar dan kompres hangatnya langsung mau dipraktikkan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat ya mbak. Sayangi mata kita dengan lebih memerhatikannya

      Hapus
  9. kondisi mata yang sepet dan lelah memang nggak boleh kita abaikan ya karena itu juga pertanda ada yang tidak beres dengan mata kita. Jadi sebelum tambah parah memang baiknya kita berjaga-jaga dengan sedia insto dry eyes di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, aku sekarang pun stok Insto Dry Eyes di rumah karena memang ga bisa menghindari gangguan mata kering lantaran seharian di ruang ac dan depan laptop.

      Hapus
  10. Bener banget sih. Aku pun kadang suka mengabaikan tanda kecil dari tubuh terutama mata. Padahal jangan pernah di sepelein yaaa. Impact-nya bisa bahaya dan bikin nggak nyaman.

    Apalagi buat yang aktivitas nya banyak. Sering bepergian, kalau mata bermasalah wah bisa nggak nyaman ya. Untungnya ada Insto Dry Eyes nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sudah merasakannya dan untuk ada Insto Dry Eyes. Alhamdulillah

      Hapus
  11. Aku suka siapin obat tetes mata di p3k rumah, kalo pergi ke luar kota suka dibawa juga di pounch p3k untuk jaga-jaga mata perih akibat paparan angin, cuaca, melihat layar hp yang kadang kelamaan.

    BalasHapus
  12. Bener ih, buat pekerja digital kayak kita ini, risiko mata kering, gatel, dan sepet itu tinggi banget. Apalagi kalau banyak aktivitas intens di depan gadget, duh, bisa sampe kucek-kucek mata seharian yang ternyata adalah bahaya buat mata itu sendiri

    BalasHapus
  13. Aihh pernah nih kejadian di keluarga kami, tepatnya suami saya. Lagi momen liburan di salah satu penginapan hidden gem, suasananya nyaman banget. Eh suami malah keganggu sama masalah mata SePeLe. Gak nyaman jadinya

    BalasHapus
  14. Mba, kita samaan. Aku juga pakai nih Insto Dry Eyes. Praktis dibawa kemana-kemana bisa masuk kantong atau tas karena kemasannya travel size.

    BalasHapus
  15. Sumatera Barat itu indah sekali ya kaak....kelok sembilan indah banget. Jadi ingat pas banjir kmrn disana. Semoga sudah membaik kondisinya. Alhamdulillah mata perih sepet dan keringnya teratasi dgn insto ya kaak....insya Allah lekas membaik deh kalau ditetes insto.

    BalasHapus
  16. Mata lelah tuh memang sering banget dianggap sepele, padahal kalau aktivitas sehari-hari sudah akrab dengan laptop dan HP, mata juga butuh perhatian. Aku suka karena artikelnya mengingatkan kita untuk nggak menunggu mata benar-benar “protes” baru mulai peduli. Kadang istirahat sebentar dari layar itu sederhana, tapi justru sering kita lupa lakukan.

    BalasHapus
  17. Pen banget nyobain Trans Sumatra yaah..
    Rasanya pemandangannya ini... mashaAllah.. dan Ngarai Sianok ini cantiikk niaann~
    Mata lelah memang gak boleh disepelein yaa.. kudu segera ambil Insto Dry Eyes yang kemasannya biru.

    BalasHapus
  18. Salah satu deritaku itu Mbak kalau kelamaan di depan hp atau laptop. Mataku kering dan serasa sepat. Nah, Insto Dry Eyes inilah salah satu pemyelamat saat mataku mulai terasa kering.

    BalasHapus
  19. Waah Ngarai Sianok deket situ anak bebek lado mudo enak tuh Mbaa...Oh Iya pernah ke Kelok 9... senja jelang malam suasana di warung2 di pinggir jalan itu syahdu juga lhooo...jangan lupa pesan indomie rebus hehee

    BalasHapus
  20. Bener banget, deh, kadang kalau lagi traveling atau keasikan di luar ruangan, debu sama angin bikin mata gatal dan sepet. Pengalaman Mba Rika jadi pengingat banget buat nggak mengabaikan gejala mata kering. Memang Insto Dry Eyes ini pas banget ya buat dibawa pas jalan-jalan biar momen berharga nggak terganggu.

    BalasHapus
  21. Sepakat banget. Kalau setiap momen itu sangatlah berharga dan patut dinikmati secara maksimal. Makanya nggak heran kalau auto nggak nyaman misal terkena gejala mata kering. Bikin gagal fokus, susah konsentrasi, apalagi menikmati momen. Alhamdulillah yaaa ada Insto Dry Eyes solusi ciamik atasi gejala mata kering lewat tetesan.

    BalasHapus
  22. Aku relate banget dengan kebiasaan menganggap mata perih atau kering cuma karena kurang tidur atau terlalu lama di depan layar. Kadang memang tubuh sudah kasih sinyal, tapi kita malah bilang, “Ah nanti juga sembuh.” Artikelnya jadi pengingat kalau mata juga perlu diperhatikan, apalagi buat kita yang sehari-hari nggak bisa lepas dari laptop dan HP.

    BalasHapus
  23. Baca ini jadi kangen ama Sumatera Barat. Walaupun bukan org sana, tapi lumayan sering jalan-jalan plus kulineran di sana. Batu Sangkar berarti yg ada istana Pagaruyung ya kak?

    BalasHapus
  24. Selain karena terlalu lama berhadapan dengan laptop, perjalanan jauh juga bisa bikin mata jadi lelah dan keset ya. Membantu banget dengan adanya insto ini karena sifatnya instan jadi bisa ngebantu buat mengembalikan kesegaran mata

    BalasHapus
  25. momen pulang kampung apalagi di nanti emang jaid momen paling membahagiakan ya mba. Apalagi bareng keluarga....duh berasa banget vibe nya. Dan sayang banget terganggu karena mata kering ya, terus googling buat cari tahu kadang malah bikin stress, better emang bener ke dokter. Buat preventif auto pake Insto Dry Eyes ya mba, kalau udah mulai sepet, kering gitu, aku juga sama, hahaha.

    BalasHapus
  26. Insto ini sangat membantu mengatasi mata kering, supaya moment yang dinantikan tidak terlewatkan ya

    BalasHapus
  27. info yang relate banget nih mba. Mata kering memang suka bikin nggak nyaman, apalagi kalau seharian mantengin layar. Jadi makin tahu deh soal Insto Dry Eyes.

    BalasHapus

 
Top