4



Doraemon. Pasti kita semua tidak asing dengan karakter kartun Jepang ini. "Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali..." Soundtrack Doraemon yang tentunya semua juga hapal. Ya, keinginan adalah bagian kehidupan manusia. Karena tanpa adanya keinginan, manusia seolah seperti tanpa tujuan. Ibarat sebuah pohon yang tidak akan pernah menghasilkan buah. So, set your dream and make it come true.

Well, dalam tulisan kali saya akan menjawab tantangan Mbak Sabrina Lasama (ODOP), tentang menuliskan satu dari duapuluh tujuh keinginan yang ingin diwujudkan dalam waktu dekat. It's only such a simple wish. Saya ingin bisa mengendarai motor sendiri. 

Sebenarnya ini adalah keinginan yang sejak dua tahun terakhir tidak kunjung terealisasi. Bukan karena tidak punya motor, malas belajar, atau takut jatuh dan terluka. InsyaAllah alasan-alasan ini saya sudah lulus. Bagi saya, "Man jadda wa jadda." Lalu karena apa? Karena Mama. "Mama ga mau kamu belajar mengendarai motor. Jangan curi-curi ya. Mama ga restui." Kata-kata inilah yang selalu membuat saya urung mewujudkan hasrat untuk menaklukan si kuda besi. Saya paling takut melakukan sesuatu tanpa ridho orangtua. Takut kualat.

Alasan utama mama tak lain adalah tentang ketakutannya. Mama percaya segala hal yang terjadi atas kehendak Allah. Tetapi tetap saja ia was-was jika putrinya mengendarai motor sendiri. Ketakutan mama memang berlebihan untuk hal seperti ini. Karena banyaknya berita dan kejadian tentang kecelakaan dan kejahatan yang kerap menimpa pengendara motor. Dan mama takut saya mengalaminya. Saya paham betul itu adalah bentuk rasa sayang mama yang begitu besar. Ia tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena mamalah orang yang akan paling tersakiti dan sedih jika saya mengalami hal buruk. 

Sudah berkali-kali saya coba merayunya. Tapi jawabannya tetap sama. Apapun alasan yang saya jabarkan, tak berpengaruh sedikitpun. Saya ingin bisa mengendarai motor agar tak lagi merepotkan saat ingin pergi kesana kemari. Kata mama, "Tidak apa-apa." Namun terkadang ayah atau adik lelaki saya punya urusan yang lain saat diminta mengantar. Akhirnya naik angkot. Masalahnya, jika sedang buru-buru, angkot bukanlah solusinya. Mau naik ojek, mama juga melarang. Katanya, "Kalau tukang ojeknya lelaki, ga usah. Bukan mahram. Lagipula bahaya anak perempuan naik ojek." Hmmm...repot deh. 

Untungnya saat ini di Lampung sudah ada ojek muslimah. Jadi bisa memanfaatkan fasilitas ini dulu sementara waktu. Tetapi saya tetap ingin bisa mengendarai motor sendiri. Agar tak lagi merepotkan. Dan kini tekadku sudah bulat. Dalam duapuluh tujuh hari kedepan, saya harus sudah bisa menaklukkan si kuda besi. Masalah restu mama, insyaAllah bisa saya raih perlahan. Karena  ada alasan jitu untuk membuatnya menyetujui keinginan ini. 

Keinginan tanpa adanya kemauan melakukan sesuatu untuk mewujudkannya, hanya akan mematikan harapan dan tidak menghasilkan apapun. 

"Ketika seseorang benar-benar menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta bersekongkol untuk membantu orang itu mewujudkan mimpinya." (Paulo Coelho)


#OneDayOnePost
#TantanganTentangKeinginan

Posting Komentar

  1. Wah...saya juga masih dilarang bawa motor sama orang tua padahal sudah setua ini..heheheh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena mereka terlalu sayang mbak:) di sisi lain kita juga ingin mandiri.

      Hapus

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top