0



Alhamdulillah, tanda-tanda kedatangan ramadhan sudah semakin dekat. Sebuah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim yang beriman. Bagaimana tidak? ia adalah bulan yang di dalamnya mengandung banyak keberkahan, maghfiroh, ampunan, kasih sayang serta kemuliaan yang luar biasa. Ramadhan telah bersiap-siap menghampiri para jiwa pendamba surga. Menyebarkan partikel-partikel bahagia yang tak terkira. Namun pertanyaannya, sudah siapkah kita menyambut sang tamu agung? Jamuan apa sajakah yang telah kita persiapkan untuk menyambutnya? 

Lihatlah aroma Ramadhan kian terasa. Ia telah benar-benar menepati janjinya untuk bertemu kita kembali. Bukankah saat perpisahan dengannya tahun lalu kita sangat berharap untuk bersua lagi dengannya? “Allahumma salimni li ramadhana wasalim ramadhanali wasalim hu minni mutaqabbalan.” Masih ingatkah kita dengan do’a ini, yang saat itu kita panjatkan? Lalu mengapa kita masih santai? 

Ohh...Ramadhan, maafkanlah kami atas kelalaian ini. Kami sudah terlena dengan waktu yang terus berjalan. Sungguh malu rasanya jika bertemu denganmu tapi kami kurang menyiapkan segala yang terbaik untukkmu. Padahal kedatanganmu telah lama dirindukan. Namun waktu saat menunggu kedatanganmu banyak tersia-siakan dengan urusan dunia. Kami benar-benar malu, Ramadhan. Sementara engkau datang dengan begitu banyak hidangan yang bernilai pahala berlipat ganda. Bahkan kaupun telah mempersiapkan satu malam istimewa bernama lailatu Qodar, yang di dalamnya penuh keberkahan dan kebaikan seribu bulan. Masya Allah.

Subhanallah...ramadhan, engkau benar-benar ingin menjamu kami dengan aneka hidangan surga tak terbantahkan. Tetapi kami seolah-olah menganggapmu sama seperti bulan lainnya. Kesan-kesan dan sukacita bersamamu seakan tak berbekas. Padahal di dalamnya terbentang samudera cinta penuh berkah dan kenikmatan, yang seharusnya kami arungi bersamamu. Kami terkesan lupa. Dan kini kau semakin mendekat. Sedangkan amalan kami rasanya tidaklah begitu cukup untuk menjamumu. 

Padahal Sya’ban sudah mengingatkan kami akan kedatanganmu. Namun, kami masih juga santai. Dan tanpa terasa kini kau telah berada di depan mata. Kau telah bersiap menyambut kami dengan senyum dan lambaian penuh hangat. Padahal Rosulullah SAW telah mencontohkan bagaimana mempersiapkan perjumpaan denganmu, dengan meningkatkan amalan-amalan sunah dan memperbanyak do’a, “Allahumma balighna ramadhan”. 

Ya Allah, anugerahkanlah kami dengan kegembiraan, keberkahan, dan kecintaan yang besar terhadap Ramadhan-Mu. Semoga Ramadhan tahun ini menjadilkan kita insan taqwa yang lebih baik. 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Al-Baqarah:183)



Posting Komentar

Kenangan Ramadhan Masa Kecil

Kehidupan masa kecil adalah bagian kehidupan yang paling menyenangkan. Karena setiap waktu banyak diwarnai dengan hal-hal menyenangkan. ...

 
Top