5
 https://www.imdb.com/title/tt2285477/


Karya sastra berupa fiksi kerap diidentikkan dengan hal-hal yang berupa imajinasi atau rekaan hasil buah pemikiran sang penulis. Meskipun demikian, bukan berarti sebuah karya fiksi hanyalah berisi tulisan rekayasa demi menghibur pembaca belaka. Karena tak jarang pula banyak makna kehidupan serta pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah karya fiksi. Mungkin cerita, tokoh, latar, dan kejadian-kejadian yang dihadirkan adalah bentuk imajinasi tingkat tinggi sang penulis. Namun sebuah fiksi juga bisa jadi wujud cerminan kehidupan masyarakat nyata. Banyak karya fiksi yang merepresentasikan kehidupan serta prilaku manusia, yang ditampilkan melalui tokoh-tokoh dalam sebuah cerita. Salah satu karya fiksi yang baru saja tuntas kubaca adalah novel berjudul Hafalan Surat Delisa, yang ditulis oleh Tere Liye.

Tere Liye merupakan salah satu penulis paling produktif di tanah air. Sebagian besar novel yang ditulisnya banyak mengangkat tema tentang kehidupan dengan polemik yang kerap terjadi di masyarakat. Tema yang diusung biasanya berkaitan dengan moral masyarakat, sosial, kemanusiaan, maupun pengetahuan, yang disajikan secara menarik, sederhana, dan dengan gaya bahasa apik yang mudah dipahami pembaca. 

Hafalan Surat Delisa menceritakan tentang tragedi tsunami yang terjadi di daerah Lhok Nga, sebuah desa di tepi pantai Aceh, pada tahun 2014. Peristiwa yang sangat memprihatinkan itu telah merenggut segalanya. Novel ini memfokuskan kehidupan suatu keluarga yang terdiri dari abi Usman, umi Salamah, Delisa, dan 3 saudarinya, dengan tokoh utama Si gadis kecil bernama Delisa.

Keluarga Delisa hidup sederhana dan bahagia, dengan nilai-nilai agama yang kuat. Namun sayang, bencana tsunami dengan paksa merenggut kehidupan itu. Banyak yang menjadi korban termasuk keluarga Delisa. Gadis kecil itu selamat. Tetapi ia harus kehilangan kaki kanannya karena bencana itu.

Cerita ini menggambarkan jelas tentang arti keikhlasan, pengorbanan, dan kerja keras, yang ditunjukkan melalui karakter Delisa. Permasalahan yang sangat berat dan ujian luar biasa itu tidak serta merta menenggelamkan Delisa ke dalam kesedihan. Justru ia mampu memberi semangat dan harapan terhadap orang-orang di sekitarnya. Bahkan ustadz Rahman atau pun abi Usman yang saat itu cukup sedih dan depresi atas peristiwa tsunami, yang telah merampas kehidupan orang-orang terkasih mereka, banyak mengambil pelajaran dari sikap, keikhlasan, serta ketegaran seorang Delisa.

Delisa memang sosok karakter yang menyenangkan, lucu, ceria, penuh semangat, berani, dan penyayang. Hal ini membuat banyak orang menyayangi dan senang berada di dekatnya. dia mampu menghidupkan suasana menjadi sangat menyenangkan dan hidup.

Alangkah bahagianya jika sosok seperti Delisa hadir di dekatku. Karena karakter yang dimilikinya merupakan energi positif, yang sangat dibutuhkan untuk membangkitkan diri dari keterpurukan, keputusasaan, atau pun kehilangan semangat hidup. Jika Delisa ada di dekatku atau tinggal denganku, aku akan sangat menyayanginya. tak akan pernah kubiarkan sedikit pun air mata membasahi pipinya. karena senyuman dan cerianya Delisa adalah partikel kehidupan yang harus terus dijaga.

Pelajaran hidup tidak hanya berasal dari orang-orang dewasa saja. Seorang anak kecil pun bisa menjadi suri tauladan yang luar biasa. karena sikap dan apa yang mereka tunjukkan adalah wujud aksi tulus tanpa rekayasa. Terima kasih Delisa. Karena telah menyadarkan kami akan arti tulus dan ikhlas karena Allah. Karena telah menunjukkan sikap-sikap positif yang menghidupkan kehidupan.


#TantanganLevel2
#RCO3

Posting Komentar

  1. Sedih... Apalagi pas nonton filmnya...T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget Mbak. Pas Nonto sedih banget karena lihat langsung karakternya menjalani semua adegan itu.

      Hapus
  2. Terima kasih kami untukmu Delisa sayang T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak pelajaran berharga ya Mbak dari sosok Delisa ini

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top