0
Bersama pengurus dan anggota FLP Bandarlampung


“Menulis itu tidak akan berkembang jika jalan sendirian.” Sebait kalimat ini tiba-tiba saja meluncur dari mulut seorang sahabat saat sedang berkunjung ke rumah. Waktu itu aku memang tengah berapi-api ingin bisa mewujudkan mimpi, bahwa suatu hari tulisan-tulisanku bisa dinikmati orang banyak. Sudah ada banyak tulisan dengan berbagai tema, yang telah menghabiskan halaman kosong buku catatan. Namun, semua tulisan itu tak pernah berani kuekspos bebas. Karena kurang percaya diri dengan hasil tulisan yang telah dibuat.

Well, sebenarnya aku paham betul bahwa untuk bisa berkembang menjadi seorang penulis hebat, diperlukan sebuah wadah atau komunitas, dimana banyak berkumpul para penulis keren dan profesional. Tujuannya tentu untuk bisa saling berdiskusi, berbagi, menimba ilmu, serta mendapat dukungan dari orang-orang yang mempunyai passion yang sama. Dan aku pun juga setuju dengan pernyataan sahabatku ini. Masalahnya, aku selalu maju mundur untuk masuk bergabung ke dalam suatu komunitas kepenulisan. Alasannya tak lain adalah karena aku bukan apa-apa. Namun obrolan kami siang itu telah berhasil membuka pikiranku. Ya, aku perlu bergabung dalam sebuah komunitas kepenulisan yang berkualitas.

Dari sekian banyak komunitas yang kucari informasinya melalui internet, akhirnya pilihanku jatuh pada Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah forum kepenulisan berlevel dunia yang telah banyak menelurkan penulis-penulis hebat dan menginspirasi. “Aku harus menjadi anggota FLP.” Batinku saat itu. Alhamdulillah, keinginan itu disahut dengan dibukanya open recruitment (Oprec) FLP Bandarlampung pada tanggal 19-20  Agustus 2017.
 
menjadi peserta pelatihan kepenulisan FLP Bandarlampung

Pelatihan kepenulisan yang berlangsung selama dua hari ini membuatku sangat senang. Beberapa pemateri adalah para pengurus FLP seperti Angga Aditya, mbak Naqiyyah syam, Mbak Fitri Restiana, dan mbak Izza Anisah. Selain itu ada juga narasumber lainnya yang diundang untuk mengisi pelatihan, seperti bang Adian Saputra dari Jejamo.com yang mengajarkan tentang ilmu jurnalistik, dan bang Alexander Gebe yang mengajarkan tentang membuat cerpen keren.

Sejak bergabung dengan FLP, aku jadi semakin percaya diri untuk mengenalkan tulisan. Apalagi di FLP semua anggotanya mau saling terbuka dan merangkul agar anggota baru tidak merasa minder. Mereka semua selalu siap membantu dan mengarahkan jika kita menemui kesulitan dalam mengembangkan suatu tulisan. Tidak hanya ini, di FLP aku merasa telah menemukan sahabat-sahabat baru yang luar biasa dan menginspirasi. Dan yang pasti mereka orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam memajukan dunia literasi.

Di dalam FLP Bandarlampung banyak anggota yang telah menghasilkan karya tulis berupa buku. Ini menjadi pompa yang membuatku bersemangat untuk bisa juga seperti mereka. masyaAllah, FLP memang pilihan tepat untukku berkembang di dunia kepenulisan. Begitu banyak ilmu yang telah berhasil kucangkul dari para senior FLP, yang sangat membantu sekali dalam meningkatkan kualitas tulisan. Hingga akhirnya kini aku sudah berhasil menelurkan buku. Walaupun masih dalam bentuk antologi.

 
Latihan memanah bersama FLP Bandar Lampung

Latihan Memanah FLP Bandarlampung


FLP tidak melulu membahas tentang kepenulisan. Di sini aku banyak mendapatkan pengalaman luar biasa yang akan selalu menjadi kenangan indah selama bergabung dengan FLP. Diantara kegiatan yang telah kulalui dengan FLP adalah pelatihan desain grafis bersama humas dan kemediaan FLP. Pelatihan ini sangat bermanfaat sekali karena aku memang sangat ingin bisa belajar desain grafis. Selain itu ada juga pelatihan memanah bersama anggota FLP, yang semakin mempererat hubungan dan kedekatan kami.

Bersama FLP aku merasa semakin mudah untuk menghasilkan karya. Rasanya impian untuk menjadi seorang penulis yang sesungguhnya semakin mudah diraih. Karena itulah aku sangat mencintai FLP dan kebersamaan dengan para anggota FLP lainnya.

“FLP, mari genggam dunia dengan pena”

Terima kasih FLP dan para sahabat FLP yang terus membersamai disetiap situasi. Sahabat-sahabat yang tak pernah lelah mendukung, menyemangati, serta berbagi ilmu dan pengalaman denganku yang masih butuh banyak bimbingan. Terima kasih pula pada sahabat yang telah membuka pikiranku untuk mencari wadah yang tepat atas passion ini. dan yang terutama, terima kasih Allah karena telah menggerakkan hati ini menjatuhkan pilihan pada FLP Semoga FLP terus mampu berdiri menopang kemajuan literasi Indonesia.

#miladflp21
#kisahinspiratifFLP












Posting Komentar

 
Top