0

Komunikasi merupakan kebutuhan yang melengkapi kehidupan sehari-hari kita. Komunikasi selalu mengambil peran untuk menghadirkan keakraban, saling mengenal, dan memahami. Dari sinilah hubungan sosial antar manusia dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan. Namun untuk meraihnya, diperlukan cara komunikasi yang baik, efektif, dan produktif, agar pesan serta informasi dalam sebuah komunikasi dapat terdistribusi dengan sempurna. Dan pondasi dasar dalam membentuk cara berkomunikasi produktif itu berasal dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.

Menanamkan kebiasaan berkomunikasi produktif dalam keluarga akan membantu para anggotanya, terutama anak-anak, untuk membangun dan mengembangkan sikap sosial, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat luas. Karena komunikasi bermanfaat untuk menumbuhkan kepekaan, mengontrol emosi, meminimalisir miscommunication, serta mengembangkan jiwa sosialnya.

Agar komunikasi berjalan baik, maka perlu untuk memahami cara berkomunikasi produktif. Diantaranya dengan menghindari beberapa gaya dalam berkomunikasi sebagai berikut.

1. Memerintah
"Ibu minta kamu jangan banyak nonton TV, masuk kamar sekarang dan belajar."

2. Mengancam
"Kalau nilaimu jelek lagi, maka Ibu stop uang jajanya sebulan."

3. Melabeli
"Dasar anak nakal, susah sekali dikasih tahu."

4. Evaluasi Negatif
Makanya kamu jangan banyak main. Jadi jelek kan nilainya."

5. Membandingkan
"Adik saja bisa pakai baju sendiri. Masa kamu masih dibantu."

Hari ini aku kembali menerapkan gaya berkomunikasi produktif dengan Sheena. "Kalau Sheena ngambek terus Aunty jadi sedih. Sheena mau Aunty sedih atau senang?"
"Sheena sayang Aunty. Aunty nggak boleh sedih." Berbicara dengan khasnya tentu.

Banyak orang melihat anak ngambek akan lebih suka menawarkan ancaman. Karena dianggap sebagai senjata ampuh untuk membuat anak berhenti ngambek. Padahal belum tentu dia berhenti ngambek karena sadar hal itu tidak baik. Tetapi lebih dikarenakan rasa takut atas intimidasi yang diterimanya. Hal ini tentu tidak baik bagi perkembangan karakter anak. Berilah pernyataan yang membangun dan biarkan anak mengolah dalam ruang otaknya untuk memutuskan hal yang terbaik atas suatu kondisi. Hal ini akan membantunya menjadi pribadi bijak dalam memandang suatu masalah kelak. Thanks Sheena, you're my little smart teacher indeed. Thanks for teaching me many things through your natural habits.

#hari15
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Posting Komentar

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top