4


Indonesia adalah tanah air yang kubanggakan. Berbagai karunia Allah tercurah untuk negeri tercinta ini. Namun, hati ini terusik dan gelisah tatkala menyaksikan rupa negeriku kini. Sahabat, mari selamatkan Indonesia kita.


Indonesia, kau adalah bumi pertiwi di mana raga ini dilahirkan. Tempat di mana pertamakalinya kaki ini menjejak muka bumi. Tahukah engkau, Indonesiaku? Betapa aku bangga bertanah air dan menghuni negeri ini. Sejak dulu kau sudah dikenal sebagai salah satu negeri yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah. Hingga bangsa-bangsa dari seberang benua menaruh cemburu dan ingin turut memiliki karunia Ilahi itu. Namun, ternyata itu tidak mudah bagi mereka. Ya, lagi-lagi aku bangga karena tanah pertiwi ini dihuni para insan yang sangat mencintaimu, yang punya semangat juang tinggi untuk melindungimu dari keserakahan dan kedzaliman bangsa rakus dari luar sana. Haru dan bangga sekali rasanya saat mendengar kisah perjuangan para pembela tanah air itu. Bagaimana tidak, Indonesia? Mereka rela berkorban apapun, bahkan nyawa demi menjadi benteng pertahanan tanah tumpah darah. Untukmu wahai para pejuang, semoga jasa kalian diganjar surga tak terbantahkan.



Tetapi Indonesia...kini kulihat rupamu tak lagi berseri. Mengapa? Oh...ya aku lupa, kau sedang berduka melihat mereka yang sekarang tak seperti mereka yang dulu. Anak bangsa ini seperti sudah abai denganmu. Lihatlah, konflik antar anak negeri bergejolak dimana-mana. Rasa persatuan dan persaudaraan yang digaungkan dalam isi sumpah pemuda seakan tak berarti lagi. Kini, bahkan sebagian mereka turut menjelma sebagai musuhmu, seperti bangsa rakus itu, mengeruk kekayaanmu untuk kepentingannya sendiri. Bahkan merekapun telah menjadi aktor yang memuluskan jalan orang-orang asing itu untuk menguasaimu. Kesedihanmu kian bertambah tatkala menyaksikan krisis moral terus meningkat, korupsi yang merajalela, tingginya kriminalitas, serta hutang yang membelit negeri ini. Belum lagi konflik serta perpecahan yang kian meruncing, seperti sebuah sinetron yang tanpa ending.



Indonesia, sudah cukup kesedihanmu. Kami harus bangkit untuk menyelamatkanmu dari kehancuran. Kulihat masih banyak yang menyayangimu. Mereka yang tetap ingin mempertahankan kesatuan negeri tercinta ini dalam naungan NKRI. Doakan kami yang tersisa ini, Indonesia. Dan Doakan saudara kami yang tengah khilaf itu agar tersadarkan untuk turut menyelamatkanmu dari cengkraman mereka yang berkepentingan. Bantu kami mengembalikan senyum tanah pusaka ini. Kami cinta Indonesia, tanah tempat berlindung hingga akhir hayat.

save Indonesia.


#IndonesiakuTercinta
#HijaberWriter@RikaAltair

Posting Komentar

Sukacita Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah

Source: Canva Allahu akbar Allahubakbar, laa illaha illallahuwaallaahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. Senandung takbir tela...

 
Top