0

Destinasi wisata buatan bernuansa luar negeri saat ini tengah digandrungi, dan menjadi sangat populer di kalangan para wisatawan. Beberapa kota di tanah air, seperti Bandung, Malang dan Jogja pun mulai merancang wisata buatan rasa luar negeri ini untuk menarik minat wisatawan. Dan kota Lampung juga tak mau ketinggalan dengan fenomena ini. Kota Tapis Berseri ini pun membuat sebuah arena wisatawa nuansa luar negeri berkonsep negeri Jepang, bernama Bukit Sakura. 
Mengapa konsep negeri Jepang yang dipilih? Hal ini karena Jepang merupakan salah satu destinasi wisata mancanegara favorit wisatawan. Diharapkan dengan hadirnya objek wisata bernuansa negeri sakura di Lampung, akan semakin menarik minat wisatawan, tidak hanya di tanah air, tapi juga wisatawan nusantara untuk datang berkunjung ke Lampung. 
Pengalaman Menikmati Keindahan Bukit Sakura Lampung
Bukit Sakura merupakan salah satu destinasi wisata buatan yang berada di kota Bandarlampung, tepatnya di daerah Langkapura. Objek wisata ini menawawarkan  nuansa alam Jepang yang cukup unik dan menarik. Pemandangan di sini kental dengan hiasan bunga sakura di setiap sudutnya. Selain itu ada juga beberapa bangunan yang dibuat menyerupai rumah-rumah ala Jepang, lengkap dengan huruf kanji dan berbagai ornamen khas Jepang. Di sekitar hiasan bunga sakura juga ada patung samurai serta wanita memakai kimono. Sehingga nuansa alam Jepang dan kehidupannya terasa jadi nyata di sini. 
My beloved mom
Awalnya aku sempat mengeluh saaat pertama sampai di sini. Terbayang lelahnya. Terlebih saat itu aku mengajak serta Ibu. Dan kebetulan saat itu tidak membawa kendaraan sendiri. Karena perjalanan saat itu tidak disengaja. Aku, adikku dan Ibu menggunakan jasa taksi online saat berkunjung ke sini. Entah benar atau tidak, sang pengemudi berkata bahwa dia tidak bisa masuk sampai ke atas. Sehingga kami harus mendaki ke atas untuk tiba di kawasan Bukit Sakura. Karena untuk mencapai area Bukit Sakura aku harus sedikit berjalan mendaki. 

Namun lelah dalam pendakian itu terbayar saat melihat pemandangan di sekitar Bukit Sakura. Terlebih kami pun disambut dengan semilirnya kesejukan angin yang telah terasa saat memasuki pintu gerbangnya. Saat tiba di atas, aku hanya bisa terkagum-kagum melihat keindahan sekitar dan view kota. Tempat wisata yang terletak di puncak ketiggian ini memberikan pemandangan indah kota Bandarlampung dari atas bukit. Udara di atas bukit ini pun terasa semakin sejuk.
Segala fasilitas yang ditawarkan di objek wisata Bukit Sakura memang dibuat untuk memanjakan para pengunjung yang ingin merasakan keindahan negeri sakura. Bahkan nuansa di Bukit Sakura ini terasa seperti negeri Jepang yang nyata. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sini menyebut Bukit Sakura Lampung sebagai miniatur negeri Jepang, yang nyata. Selain sajian ala Jepang yang menarik, di tempat ini para wisatwan juga bisa memanfaatkan beberapa spot menarik yang telah disediakan untuk berfoto. 
Fasilitas Wisata Bukit Sakura
Spot Foto Keren
Dipenuhi dengan hiasan bunga sakura, tentu tempat ini akan menjadi area berfoto yang indah. Namun spot untuk berfoto di Bukit Sakura tidak hanya itu. Di kawasan Bukit Sakura juga terdapat banyak spot foto yang kekinian dan instagamable. Diantara tempat favorit para wisatawan untuk berfoto adalah kolam ikan dengan view keindahan kota Bandarlampung, gazebo dengan hiasan taman bunga yang tertata rapi, bangunan-bangunan khas Jepang, dll.

Tak hanya itu, meskipun di sini nuansa Jepang lebih mendominasi setiap sudutnya, tetapi pengelola juga memanjakan pengunjung dengan hadirnya spot foto baru bernuansa kota Belanda, yaitu kincir angin. 
Baju Ala Jepang, Korea, dan Belanda
Untuk mendukung suasana seperti di negeri Jepang yang nyata, pengelola juga menyediakan penyewaan baju khas Jepang bagi pengunjung. Tarif penyewaan untuk baju tradisional Jepang ini pun cukup terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp25.000 untuk bisa memakai kimono. Selain menyediakan baju tradisional Jepang, di sini juga disediakan baju khas Korea, yaitu hanbok dan baju tradisional negeri Belanda. Untuk hanbok harga sewanya adalah Rp35.000 dan baju Belanda sebesar Rp40.000. Sayangnya saat itu kami tidak sempat menikmati fasilitas ini karena terkendala waktu. Saat itu stok baju telah disewa semua. Karena memang pengunjung sedang ramai dan sangat tertarik dengan baju tradisional ini. 

Penyewaaan baju tradisional tersebut juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris pendukung, seperti sandal bakiak dan payung. Jadi nuansa khasnya makin terlihat nyata. Dengan baju tradisional yang bisa dipakai selama 30 menit ini pengunjung bisa menikmati kawasan Bukit Sakura, sambil berfoto di beberapa spot menarik yang disediakan. Tentunya hasil foto juga akan tampak lebih menarik dan seakan nyata sedang berada di Jepang, Korea, dan Belanda. 
Gazebo atau Pondokan
Di Bukit Sakura terdapat banyak gazebo atau pondokan secara gratis. Gazebo ini dibangun menghadap ke arah pusat kota Bandarlampung. Sehingga di gazebo ini pengunjung tidak hanya bisa memanfaaatkannya untuk tempat bersantai saja. Tetapi juga bisa menikmati keindahan pemandangan kota dari atas bukit atau menikmati aneka kuliner yang disediakan. 
Bersantai sejenak di gazebo

Ayunan Bambu
Ayunan bambu ini dirancang sedemikian rupa agar aman dan bisa dinikmati tidak hanya orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Jadi Sobat tidak perlu khawatir jika ingin mengajak anak-anak untuk berayun disini. Di ayunan ini kita bisa menyaksikan pemandangan kota dan teluk Lampung, sambil menikmati semilirnya angina dari atas bukit. 
Tempat Makan
Lapar dan haus setelah puas berkeliling kawasan wisata? Tidak perlu khawatir untuk urusan ini. Karena di sini telah ada banyak tempat makan yang menyediakan aneka kuliner. Sobat bisa memesan berbagai sajian yang ada di sini seperti tekwan, sosis bakar, pop mie, pempek, aneka minuman, dll. 

Wahana Bermain
Untuk melengkapi momen liburan di Bukit Sakura, pengelola juga menyediakan fasilitas bermain bagi pengunjung, seperti kolam renang, mandi bola, dan bombom car. Selain itu juga ada wahana menarik lainnya yang khusus dibuka saat akhir pekan, yaitu panahan dan suriken. Dalam permainan ini pengunjung akan mendapatkan hadiah sebuah boneka jika berhasil melakukan permainan. 

Selain fasilitas tersebut, di sini juga telah ada tempat untuk menginap dengan harga terjangkau, tempat sholat yang nyaman, area parkir yang luas, toilet, wife, live music, balon udara, dan tempat nongkrong, 
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Wisata Bukit Sakura Lampung
Harga tiket di Bukit Sakura cukup terjangkau. Waktu itu kami hanya dikenakan tarif tiket sebesar Rp10.000 per orang. dan tiket itu pun bisa ditukar dengan minuman teh gelas yang disediakan. Untuk jam bukanya, objek wisata ini dibuka setiap hari sejak pagi hingga malam hari (08:00-22:00 WIB).
Lokasi dan Rute ke Bukit Sakura Lampung
Bukit Sakura Lampung terletak di daerah Langkapura, dengan jarak yang cukup dekat dari pusat kota Bandarlampung. Tepatnya di Jalan Melati Raya, Langkapura, Bandarlampung. Saat ke Bukit Sakura aku memulai perjalanan dari arah Pasar Bambu Kuning. Karena kebetulan saat itu kami sedang berada di area Bambu Kuning. Saat itu kami langsung memesan taksi online. Karena pertimbangan agar tidak repot cari lokasi tepatnya, dan tidak perlu turun naik angkutan umum. Terlebih saat kucek, lokasinya masuk jalan yang tidak dilalui angkutan umum. 
Jika sobat naik kendaraan pribadi, dari arah Bambu Kuning rutenya lurus terus ke arah Jalan Imam Bonjol hingga melewati Universitas Saburai. Jalan terus sekitar 500 meter hingga menemukan warung Bakso Solo. Nah, setelah warung ini ada sebuah jalan masuk. Ikuti jalan ini. jangan khawatir tersesat. Karena di sepanjang jalan ada banyak papan penunjuk arah ke Bukit Sakura. Saat sobat bertemu dengan sebuah gapura bambu, berarti sobat sebentar lagi sampai di lokasi tujuan. 
Ayo ke Lampung dan berkunjung ke Bukit Sakura Lampung dan rasakan sensasi nuansa ala luar negeri yang terasa nyata di sini. Jangan lupa saat berwisata untuk tetap jaga etika, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merusak fasilitas yang telah disediakan di sini. Happy traveling sobat jejak semua. 





Posting Komentar

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top