2


“Jangan terlalu cape kerjanya, nulisnya juga jangan diforsir, sempatkan istirahat.” Ya, itulah sebait kalimat yang kerap diucapkan Ibuku saat aku pulang ke rumah di akhir pekan. Sejak mulai memasuki dunia kerja, aku tinggal di sebuah rumah kost di pusat kota Bandarlampung. Sebenarnya lokasi tempat kerja dengan rumah tidak begitu jauh, hanya sekitar satu jam naik kendaraan. Tetapi karena ingin mandiri, aku memilih tinggal dekat tempat kerja, yang jaraknya bisa kutempuh hanya dalam waktu lima menit jalan kaki.

Aku bekerja di sebuah lembaga bahasa asing yang bertugas sebagai tutor dan trainer. Jam kerjaku termasuk sangat padat. Bisa dikatakan sebagai pekerjaan satu hari penuh; dimulai dari pagi pukul 08:00-09:30 WIB, kemudian jeda istirahat hingga pukul 13:30 WIB. Setelah itu aku kembali bekerja dari pukul 14:00-20:20 WIB.  

Saat jeda istirahat aku pulang untuk menggerjakan pekerjaan lainnya, seperti memasak atau menyelesaikan tulisan-tulisan content writer, yang telah mengantri untuk segera disetorkan ke jasa kepenulisan tempatku bergabung. Tak hanya itu kadang aku juga harus menyelesaikan tugas menulis lainnya atau update blog. Karena selain sibuk di Institusi Bahasa Asing, aku juga memiliki kesibukan lainnya di bidang kepenulisan. Terkadang ada orderan menerjemahkan jurnal atau artikel juga. Dengan jam kerja yang padat dan menumpuknya tugas menulis, membuatku kerap berkejaran dengan waktu agar dapat segera menyelesaikan semua. Tak jarang aku harus begadang dan mengabaikan signal dua bola mata, yang sudah mulai melemah demi menyelesaikan semua tulisan itu.


Kebiasaan dan rutinitas yang seakan tak kenal lelah inilah yang sering membuat Ibuku khawatir akan kondisi tubuhku. Apalagi saat ini aku tidak tinggal dekat dengannya. Sehingga membuatnya tak bosan-bosan mengingatkan dengan nasihat yang sama setiap kali aku pulang.

Sebenarnya aku sadar betul bahwa keseharianku dengan aktivitas kerja yang padat, ditambah aktivitas lainnya yang juga padat itu bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh. Namun aku pun tidak bisa menghindar karena kewajiban yang telah kusepakati. Lagipula aku tidak ingin mengecewakan mereka yang telah memberi kepercayaannya padaku. Apa tidak takut sakit atau kondisi tubuh tiba-tiba drop dengan jam kerja dan aktivitas yang luar biasa padat seperti itu? Tentu aku khawatir sekali dengan kondisi tubuhku. Terlebih tubuh ini adalah karunia dan amanah Tuhan yang harus kuperlakukan dan jaga dengan baik. Untuk itulah aku terapkan beberapa kebiasaan baik guna menunjang kesehatan tubuh di tengah rutinitas padat.

Kebiasaan Baik Penunjang Kesehatan

1.      Break Time Reminder
Aku punya kebiasaan buruk jika sedang bergulat dengan deadline tulisan, yaitu lupa waktu. Hal ini kerap membuatku tanpa sadar merenggut hak tubuh untuk istirahat. Padahal rasa badan juga sudah tidak nyaman; lelah dan ingin segera menghempaskan tubuh di atas tempat tidur. Tetapi lagi lagi urusan deadline berhasil mengabaikan perintah otak untuk berhenti beraktivitas.

photo by google
Kalau di rumah pasti Ibuku yang akan mengingatkan untuk istirahat. Tetapi saat ini aku tinggal sendirian. Untuk menyiasatinya, maka aku pun menyetel alarm istirahat di jam-jam tertentu. Jadi jika alarm ini berbunyi, aku harus berhenti atau paling tidak menyempatkan diri untuk istirahat sebentar.

2.      Pilih Makanan Sehat
Kesibukan kadang membuat kita kurang memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Biasanya dalam kondisi ini makanan cepat saji selalu menjadi alternatif saat ingin makan. Nah aku sangat menghindari jenis makanan seperti ini. Karena meskipun enak dan mengenyangkan, tetapi tetap saja kurang menyehatkan. Itulah mengapa aku selalu sempatkan memasak sendiri. Karena lebih higienis dan hemat juga tentunya. Dan tak lupa kuperbanyak konsumsi buah dan sayuran hijau juga.


3.
      Konsumsi Madu
Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkannya.” (Q.S. An-Nahl:69)

Siapapun pasti setuju bahwa madu sangat berkhasiat bagi kesehatan. Karena itu pula aku pun mengkonsumsi madu guna menjaga kesehatan tubuh. Terkadang madu tersebut kucampurkan ke dalam minuman atau roti agar terasa lebih nikmat.

4.      Minum Air Putih yang Cukup
Kurang minum air putih dapat membuat kepala terasa sakit. Dan ini tentunya akan memperngaruhi kinerja otak dan konsentrasi saat berpikir. Untuk itu aku selalu sediakan botol minum berisi air putih di dekatku saat sedang bekerja. Selain itu aku juga selalu membawa botol minum ini kemana pun saat bepergian. Jadi jangan heran jika aku jarang membeli minuman di luar, misalnya soft drink. Agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, usahakan minum paling tidak 2 liter air putih setiap hari. Hal ini akan menjaga tubuh tidak mudah terserang dehidrasi.
 
Photo by Google

5.      Kurangi Kafein
Kopi biasanya menjadi andalan banyak orang saat ingin begadang. Karena kandungan kafeinnya dipercaya mampu mengusir rasa kantuk. Tetapi dibalik semua itu, konsumsi kafein terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan. Sebagai alternatifnya aku lebih memilih wedang jahe atau air lemon. Karena rasa pedas pada jahe dan asam pada lemon juga mampu membuat mata terjaga.

6.      Jaga Kualitas Tidur
Tidur merupakan masa istirahat yang paling baik bagi tubuh. Karenanya usahakan untuk selalu tidur yang cukup. Setidaknya 6-8 jam perhari. Jika pun harus begadang, atur waktuya. Jangan sampai begadang setiap hari. Atau jika memang terlalu banyak yang harus diselesaikan, bangunlah lebih awal di pagi hari.

7.      Olahraga
Usahakan untuk melenturkan otot-otot tubuh dengan olahraga. Tidak perlu lama, 15-20 menit juga cukup. Yang terpenting rutin. Karena olahraga akan membantu melancarkan darah dan membuat tubuh tetap bugar. Kalau aku biasanya jogging sekitar komplek atau melakukan gerak ringan seperti sit up atau putar tangan.

8.      Mengkonsumsi Minuman Kesehatan Herbal
Yang alami itu lebih baik bagi tubuh. Itulah mengapa aku lebih suka mengkonsumsi bahan alami baik saat sehat atau pun sakit. Salah satunya adalah mengkonsumsi minuman dari bahan alami seperti jahe. Mungkin masih banyak orang yang tidak suka dengan minuman alami seperti ini. Tetapi bahan alami itu banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Bahkan kebaikan alami dari bahan alam mampu menjadi benteng tubuh untuk menangkal berbagai penyakit.




Sebagaimana yang kita ketahui bahwa jahe, selain digunakan sebagai bumbu dapur, tanaman apotek hidup ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Rasa pedasnya memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh. Tak heran banyak yang mengkonsumsinya saat terserang masuk angin.

Tak hanya itu, jahe juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, mencegah mual, menghilangkan nyeri, membantu pencernaan, menyamankan lambung, dan masih banyak khasiat lainnya. Bahkan minuman jahe juga bisa digunakan sebagai pengganti kafein saat ingin begadang, sebagaimana yang kusebutkan di poin kelima. Dan aku sudah membuktikannya, lho.

Dulu biasanya aku suka membuat minuman jahe dengan mengiris tipis-tipis jahe lalu dimasukkan ke dalam rebusan air. Atau kadang jahenya kupanggang dulu baru diseduh air hangat dan ditambahkan sedikit madu. Tetapi kini aku tidak perlu repot lagi. Karena manfaat jahe kini telah hadir dalam bentuk kemasan praktis tinggal seduh, yaitu Herbadrink Sari Jahe yang diproduksi Konimex. Cara membuatnya praktis dan cepat. Aku hanya perlu melarutkan satu bungkus Sari Jahe ke dalam 150 ml air hangat atau dingin.




Dan sobat jejak tidak perlu khawatir akan kualitas kealamian dari Herbadrink Sari Jahe ini. Karena minuman ini diproses dengan teknologi modern yang tetap mempertahankan kealamian serta berdasarkan resep tradisional Indonesia. Jadi bahan baku pembuatnya adalah jahe dan bahan-bahan pilihan dengan kualitas yang sangat baik. Dan meskipun Herbadrink Sari Jahe dikemas dalam bentuk sachet, tetapi minuman herbal ini diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet. Makanya aku tidak khawatir mengandalkannya sebagai salah satu penunjang kesehatan. 


Membiasakan hidup sehat tidak harus mahal. Karena kita pun bisa menjaga kesehatan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, serta memilih bahan dari alam yang telah disediakan Tuhan. Dan Bagi sobat yang sedang diet, tak perlu khawatir mengkonsumsi Herbadrink Sari Jahe. Karena minuman herbal ini juga telah tersedia dalam kemasan sugar free. Herbadrink – Be Herba, Be Healthy.

Posting Komentar

  1. Makasih sharenya mba �� sama bgt nih kalo udah deadline maju terus enggak peduli istirahat dll ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Makanya kondisi badan kudu dijaga agar saat begadang nggak mudah drop

      Hapus

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top