2
Foto: www.pipietsenja.net


Inspirasi dalam hidup bisa datang dari apapun. Bahkan kisah perjuangan hidup seseorang adalah wujud inspirasi luar biasa, jika kita bisa memetik pelajaran darinya.


Setiap orang pastilah mempunyai figur inspiratif dalam hidupnya. Baik itu berasal dari orang-orang terkenal, para pahlawan, keluarga, atau bahkan orang biasa disekitarnya. Seseorang menjadikan orang lain sebagai sosok inspiratif karena dianggap mempunyai sesuatu yang bisa diteladani. Bisanya orang yang dianggap menginspirasi akan memberikan pengaruh dalam kehidupan serta menjadi penyemangat untuk menjadi lebih baik.



Dalam tulisan ini saya ingin menuliskan seorang tokoh inspiratif dalam hidup saya, yang telah mengubah cara pandang dan menjadi motivator dalam hidup. Dia adalah Etty Hadiwati Arief atau yang lebih dikenal dengan nama Pipiet Senja.



Bagi penikmat karya sastra, terutama buku-buku fiksi bergenre Islami, pasti sudah tidak asing dengan nama Pipiet Senja. Ya, ia adalah seorang penulis hebat yang telah menelurkan banyak karya. Namun siapa sangka jika beliau telah banyak mengalami cobaan hidup yang luar biasa.



Pipiet Senja terlahir dengan penyakit bawaan bernama Thallassemia, penyakit kelainan darah yang kabarnya belum ada obatnya. Kondisi ini membuatnya harus melakukan transfusi darah sepanjang hidupnya. Coba bayangkan bagaimana penderitaan dan rasa sakit yang terus mendampinginya. Dan menurut Dokter, penyakit ini bisa mengancam nyawanya sewaktu-waktu. Benar-benar cobaan hidup yang menguras pikiran, tenaga, dan materi. Belum lagi perlakuan diskriminasi pihak rumah sakit yang kerap dialaminya.



Hal yang menakjubkan dari seorang Pipiet Senja adalah, semangat dan keteguhannya menjalani hidup dengan segala cobaannya. Di tengah kesakitan dan rutinitas berobat yang melelahkan, ia tetap mampu berkarya layaknya orang sehat. Tak sedikitpun ia mengeluh atau menyerah atas keadaan dirinya. ia tetap terus menulis dan menulis; menghasilkan buah pikiran yang menginspirasi dan bermanfaat bagi orang banyak. Baginya keterbatasan dan penyakit itu bukanlah penghalang untuk menebar kebaikan melalui tulisannya dan berprestasi. Hal inilah yang sangat saya kagumi. Apa yang dialaminya telah memberikan banyak pelajaran pada saya tentang arti bersyukur. Kisah hidupnya telah menjadi contoh untuk saya tetap bersemangat menghasilkan karya yang bermanfaat melalui tulisan. Karena saya ingin menjadi penulis. Dan saat rasa malas menghampiri, saya teringat akan beliau yang terus berkarya tanpa kata malas walaupun rasa sakit terus menggelayutinya.


#OneDayOnePost

Posting Komentar

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top