2
"Aa pasti laper, kan? Neng sudah masak makanan kesukaan aa". Kata Khaira
"Emangnya neng masak apa?" Tanya Fathan penasaran. 
"Taraaa..." Khaira membuka penutup makanan; memamerkan hidangan yang sudah disiapkannya (omelet kentang, ayam goreng dan udang saus tiram).
"Hmmm...looks so delicious neng". Fathan tak sabar ingin segera menyantapnya. Namun saat sang istri hendak menuangkan nasi ke piringnya, suara adzan memanggil untuk bersegera menunaikan sholat ashar. 

Hehehe, kita sholat dulu aja ya a". Khaira meletakkan kembali piring itu dan menggandeng tangan suaminya. .
"Tapi diluar hujan deres banget neng, kita jamaah di rumah aja ya", kata Fathan. 

Pasangan itu pun bersegera menjawab panggilan Allah. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu saat Allah berada di langit terbawah untuk mendengarkan curhatan-curhatan para hambaNya. Sholat itu berlangsung khusyuk dan setelah itu barulah mereka menyantap hidangan diatas meja makan tadi. 

"Hatur nuhun nya neng. Makanan ini luar biasa lezatnya". Fathan memuji hidangan yang dibuat istrinya.

*****

Setiap menjelang tidur, Fathan dan Khaira terbiasa berdiskusi dan berbagi cerita tentang apapun yang mereka alami seharian. Hal ini sudah menjadi komitmen dan rutinitas mereka. Mereka ingin tidur tanpa beban, tanpa masalah, tanpa rahasia dan ingin terbangun dalam keadaan yang lebih nyaman karena semua masalah di hari itu telah terselesaikan sebelum tidur. 

"Hari ini giliran aa ya yang cerita duluan?" Fathan pun mulai menceritakan semua yang ia alami seharian mulai dari ia keluar rumah hingga menginjakkan kaki ke rumah kembali. Tak satu kejadianpun yang ia lewatkan. 
"Well, sekarang giliran neng. Neng punya cerita apa hari ini? Ngapain aja selama aa di kantor?" Tanya Fathan. 

Sebenarnya Khaira sangat ingin sesi diskusi dan berbagi cerita hari itu diliburkan. Karena ia tak mungkin menceritakan kejadian di supermarket siang tadi. Namun tak ada alasan baginya untuk menghindar. Dengan terpaksa ia melewatkan bagian di supermarket. Dan untuk pertama kalinya ia terpaksa membohongi suaminya. Hatinya sangat memberontak saat ia mulai masuk cerita saat di supermarket. Rasa bersalah itu terlukis jelas dari tingkahnya saat bercerita. Gelisah. Terlihat tak seperti biasanya. Dan tentu saja sang suami menyadari hal ini.  

#OneDayOnePost
#TantanganCerbung


Bandar Lampung, 24 Desember 2016

Posting Komentar

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top