0


Bagi saya liburan adalah waktu untuk bergerak dan menjelajah. Jadi selama menikmati liburan, saya tidak bisa berdiam diri membiarkan waktu berlalu, tanpa menjelajah, bahkan di malam hari sekalipun. Biasanya saya akan keluar menyapa pagi dan bertualang dari pukul 07:00 hingga malam hari. Tanpa henti. Hanya jika saat akan sholat atau makan baru saya istirahat. Begitu terus tiap harinya sampai jatah liburan usai. Saat malam hari di Lembang itu kami manfaatkan berburu kuliner di alun-alun kota Lembang. Emmm...ajiiip. It tastes so delicious. It makes me feel hungry all the time. Hidangan kuliner di Bandung memang selalu menggoda mulut untuk terus mencumbuinya. I like it so much.

Akhirnya sang pagi menyapa kami. Dan kami pun segera bersiap-siap untuk memulai petualangan di Lembang. Sesuai draft rencana, tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Kawah Tangkuban Parahu, yang hanya berjarak kurang dari delapan kilometer dari tempat kami menginap. Walaupun jaraknya dekat, kami tetap berangkat pukul 06:00, karena kawasan ini terkenal rawan macet di musim liburan. 

Sebelum berangkat, pemilik penginapan mengarahkan kami agar bisa lebih mudah mencapai Tangkuban Parahu. Kami disarankan untuk turun di pangkalan mobil pedagang yang akan menuju Kawah. Ongkosnya hanya Rp. 6000. Dan dengan ikut mobil ini kami bisa bebas biaya masuk sampai ke kawah. Jika dengan angkutan umum, kami bisa menghabiskan sekitar Rp. 150.000-200.000 untuk sampai ke kawah (termasuk harga tiket masuk yang berkisar Rp. 35.000-45000). Alhamdulillah, Allah benar-benar telah mempermudah petualangan ini. Kami sungguh sangat beruntung bisa mengunjungi lokasi wisata yang indah ini dengan mudah, murah dan gratis. 




Pemandangan alam di Tangkuban Parahu sungguh sangat menakjubkan. Begitu asri, indah dan menyejukkan. Udaranya sangat dingin, jadi akan lebih baik jika kita membawa jaket atau sweater kesayangan untuk sedikit menghangatkan badan. Saya sangat terpesona saat tiba di sini dan menyaksikan langsung keindahan alam kawah ratu dan pemandangan di sekitarnya. Segala syukur terucap atas kesempatan yang Allah berikan pada saya untuk mengunjungi tempat indah ini. Sayangnya, kami tidak bisa seharian berada di lokasi ini. Karena kami harus membagi waktu dengan tempat-tempat lain di Lembang yang akan kami kunjungi. 

Taking pictures in some beautiful spots adalah hal yang wajib saat berada di Tangkuban Parahu. Hampir disemua sudut dan lokasi di kawah ratu kami jadikan tempat mengabadikan momen-momen keberadaan kami di sini. Dan saya semakin terkagum-kagum dengan perlakuan orang-orang di sekitar kawah ratu, yang dengan tulus dan ikhlas mengambilkan foto-foto untuk kami. Mereka juga memberitahu dimana tempat-tempat  yang indah di lokasi itu. Mereka tidak mau menerima bayaran ataupun tips sepeserpun saat kami beri sebagai ucapan terimakasih. Dengan kata lain, kami dipandu gratis. 




Setelah dua bola mata ini terpuaskan menikmati alam Tangkuban Parahu, kami pun bersegera menuju tempat kedua, Floating Market. Dan disinilah kebingungan kami dimulai. Bagaimana caranya keluar dari Tangkuban Parahu? Tidak ada angkutan. Dan jika ingin berjalan kaki sampai menemukan jalur angkutan umum, jaraknya sangat jauh. Kami coba bertanya di pos penjaga. Mereka menunjukkan angkutan di ujung jalan yang saat itu sedang mangkal. Alhamdulillah. Namun kami sangat terkejut ketika si supir mengatakan tarif per orang untuk sampai di pangkalan adalah Rp. 100 000, yang akhirnya berkurang jadi Rp. 75.000. Ya Allah ongkosnya mahal sekali. Dan kami pun tidak jadi naik. 





Akhirnya kami berinisiatif mencoba menumpang kendaraan pribadi yang akan keluar dari Tangkuban Parahu. Saya memberanikan diri meminta tumpangan pada sebuah keluarga yang saat itu sedang bersiap-siap keluar dari kawasan wisata ini.

"Punten teh, boleh kami menumpang sampai depan?" Tanyaku pada wanita itu. 
"Oh boleh boleh, silahkan", sahutnya tersenyum sambil membukakan pintu bagian belakang mobilnya. 
Alhamdulillah, ucapku dalam hati. 

Selama perjalanan kami hanya bercakap-cakap seperlunya dengan pemilik kendaraan yang ternyata warga Jakarta yang sedang berlibur di Bandung. Kurang lebih duapuluh menit perjalanan, kamipun tiba di pangkalan Tangkuban Parahu dan Sari Ater, dan turun di sana karena kami lihat sudah ada angkutan umum ke arah Cikole yang lewat. Angkutan yang akan mengantarkan kami ke tempat selanjutnya, Floating Market. 


#OneDayOnePost
#MyHoliday
#LembangBandung


Bandar Lampung, 10 Januari 2017

Posting Komentar

 
Top