0


Jam di layar ponsel menunjukkan pukul 14:30 wib. Kami pun segera keluar dari Floating Market dan melanjutkan petualangan liburan ke Farm House Susu Lembang. Dengan menggunakan angkutan umum arah Lembang yang bertarif Rp. 4000, kami pun tiba di depan Farm House sekitar pukul 14:45 wib. Lokasi wisata ini berada tepat di tepi jalan utama, sehingga para wisatawan akan sangat mudah mencapai tempat ini. 

Farm House adalah salah satu tempat wisata baru di Lembang yang sangat menarik minat wisatawan. Tempat wisata ini mengusung tema pemandangan nusantara yang disajikan dengan citarasa Eropa. Harga tiket masuk yang ditawarkan cukup murah. Hanya Rp. 20.000 dan itupun bisa ditukarkan dengan satu cup susu sapi aneka rasa, atau satu buah sosis bakar. Saya memilih menukarkan tiket ditangan dengan satu cup susu sapi rasa strowberry. Hmmm...yummy, it tastes so delicious. 





Jika di Floating Market menyediakan penyewaan hanbok dan kimono, Farm House yang mengusung tema panorama pemandangan nusantara dan Eropa, menyediakan baju-baju ala Eropa untuk disewa wisatawan yang ingin berkeliling Farm House dengan sensasi Eropa. Pemandangan alam di Farm House tidak kalah indah dan menakjubkan dengan dua tempat yang sudah kami kunjungi (Tangkuban Parahu dan Floating Market).




Di Farm House terdapat sebuah sumur yang mengeluarkan air mancur yang menyegarkan. Pancuran air dan limpahannya yang menyapa tanah itu mampu menyejukkan pandangan mata dan tubuh. Dingin, segar, dan indah.




Ada banyak bangunan berbentuk mini yang disuguhkan Farm House demi memanjakan pengunjungnya. Dan tempat pertama yang menjadi perhatian kami saat tiba di sini adalah rumah-rumah hobbit, yang dibuat sama persis dengan rumah hobbit di film "Lord of the Rings". 

Kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen-momen selama di Farm House dengan jepretan kamera. Selain rumah hobbit, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan hamparan taman bunga, yang dibuat seperti tatanan taman bunga cantik dan indah di Eropa, dengan paduan bangunan klasik disekitarnya. Tempat inipun banyak dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan momen spesial mereka bersama orang yang dikasihi. 





Selain seru dan indah, Farm House juga merupakan tempat romantis, dimana pasangan yang ingin mengabadikan perasaanya dapat menuliskan nama mereka pada sebuah gembok cinta layaknya di jembatan Pont Des Arts Prancis. Saat saya berada di Farm House, sudah ada banyak gembok cinta warna warni, dengan nama sepasang kekasih yang terkait di sepanjang pagar menuju sumur harapan. Mungkin sudah ada ribuan.

Saat saya menyusuri jalan gembok cinta hingga sampai ke sumur, saya lihat ada begitu banyak uang koin di dalamnya. Banyak orang yang percaya bahwa dengan melemparkan koin ke sumur itu harapan mereka akan terkabul. Hal ini sama seperti yang dilakukan masyarakat di prancis. Farm House benar-benar bernuansa Eropa.

Meskipum demikian saya bukanlah penganut paham ritual gembok cinta atau lempar koin (maaf tidak bermaksud menyinggung siapapun). Yang ingin melakukannya ya silahkan saja. Saya hanya berperan sebagai penikmat dan pengagum tempat wisata ini.






All in all Bandung is a haven for those of you who are tired of the hectic pace of city life. It is a place you want to visit again and again to recharge your belly and soul. Blissful Bandung.





Rasanya waktu liburan ini tidak akan pernah cukup untuk menjelajahi dan menikmati panorama keindahan alam di Bandung. Kota kembang. Kota parahiyangan. Namun jatah liburan yang sedikit ini memaksa saya untuk rela menyudahi petualangan di bumi parahiyangan.

I always feel like home when I am in Bandung. Betah, senang, dan selalu membuat rindu. Semoga liburan berikutnya saya masih berkesempatan mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat saya datangi di Bandung. Backpackeran lagi deh pokoknya:)




#OneDayOnePost
#MyVacation
#LembangBandung


Bandar Lampung, 12 Januari 2017



Posting Komentar

 
Top