0


Walaupun sering mengunjungi ibukota disaat liburan, namun kaki ini belum pernah berkesempatan singgah di masjid kebanggaan masyarakat Indonesia, masjid Istiqlal Jakarta. Masjid yang berlokasi di pusat ibukota Jakarta ini dibangun dengan begitu besar dan megah, dan merupakan masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kebayangkan bagaimana bangganya rakyat Indonesia.  



Berita tentang kemegahan dan kepopuleran masjid Istiqlal telah memacu semangat saya untuk melakukan wisata religi ini. Biasanya saya cenderung menjelajah dan menikmati wisata alam saat berlibur, tetapi kali ini saya masukan wisata masjid kedalam agenda liburan saya. Kalau sebelumnya ke masjid hanya singgah sebentar untuk sholat, tidak kali ini. Saya ingin lebih lama dan menggali tentang masjid dan segala cerita tentangnya. Saya ingin berlama-lama berdiam di dalam rumah Allah di bumi ini. 




Alhamdulillah, dengan ditemani adik tercinta, akhirnya liburan kali ini saya berhasil menjejakkan kaki di masjid megah kebanggaan republik ini. Apa yang selama ini saya dengar tentang masjid ini telah dapat saya saksikan langsung, dan ada kepuasan batin saat saya berkeliling menikmati setiap sudut rumah Allah ini.  




Selain sebagai tempat ibadah umat muslim, masjid ini juga terbuka untuk umum, bagi mereka yang ingin mengenal masjid Istiqlal lebih dalam. Ada seorang pemandu yang siap membimbing dan menemani pengunjung berkeliling menjelajahi masjid megah ini. Saat saya berkunjung ke Istiqlal, ada rombongan wisatawan asing yang juga berkunjung di sini. Merekapun diarahkan ke sebuah ruang untuk mengganti pakaian yang menutup aurat, sebelum berkeliling area masjid. Karena itu adalah salah satu syarat wajib memasuki masjid Istiqlal. 

Saya perhatikan para turis mancanegara yang berasal dari Swedia dan Prancis itu begitu terpesona dengan keindahan bangunan Istiqlal. Dan merekapun begitu tertarik mendengarkan segala informasi tentang masjid ini. Semua itu mampu saya tangkap dengan baik dari ekspresi dan percakapan mereka yang alhamdulillah dapat saya pahami dengan baik. 




Berdasarkan informasi yang saya dapat selama kunjungan di masjid ini, masjid Istiqlal adalah sebuah masjid yang menjadi simbol kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang saya temukan disalah satu dinding di dalam masjid yang bertuliskan: 

"Masjid Istiqlal: Mosque of Independence. Independence is the inalienable right of all nations. Therefore all colonialism must be abolished"

(Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan)




Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1953, para tokoh Islam yang terdiri dari Wahid Hasyim, Agus Salim, Anwar Cokroaminoto, dan beberapa tokoh masyarakat berkumpul dengan tujuan utama mendirikan masjid sebagai simbol kemerdekaan RI. Dengan diprakarsai presiden RI saat itu, Ir. Soekarno, diadakanlah sayembara untuk menciptakan desain ideal masjid. Sayembara diikuti banyak peserta. Namun kemudian terpilihlah desain karya Frederich Silaban dengan karyanya yang berjudul "Ketuhanan". Frederich adalah arsitek kelahiran sumatera utara, lulusan terbaik Academie Van Bouwkunst Amsterdam Belanda pada tahun 1950. Dan ia adalah seorang penganut Kristen Protestan. 




Nama Istiqlal disepakati menjadi nama masjid ini. Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang artinya kebebasan atau kemerdekaan. Hal ini menunjukkan bahwa Istiqlal adalah simbol pernyataan bangsa Indonesia yang merefleksikan ungkapan syukur kepada Tuhan atas rahmat kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia. 

Kini masjid yang berdiri megah di pusat kota Jakarta ini telah banyak menarik minat dan perhatian wisatawan untuk menyambanginya. Selain difungsikan sebagai tempat menunaikan sholat, masjid ini juga dipakai untuk acara-acara besar keagamaan seperti: pengajian, tabligh akbar, serta peringatan-peringatan hari besar Islam lainnya. 


#OneDayOnePost
#OnVacation
#WisataReligi



Bandar Lampung, 21 Januari 2017 


Posting Komentar

 
Top