0


Manusia selalu menyukai hal-hal yang baru. Apalagi jika berhubungan dengan makanan baru. Emmm...cozy. Namun bagaimana dengan hal baru lainnya seperti tempat baru atau mencoba sesuatu hal yang baru? Apa yang biasanya anda rasakan? Senang, kecewa, atau malah trauma?

Setiap orang punya reaksinya sendiri terhadap hal baru yang dialaminya. Dan kali ini aku ingin berbagi pengalaman tentang hal baru yang justru telah membuatku sangat trauma.

Akhir tahun 2013, kembali kujejakkan kaki di kota Bandung, tempat liburan favorit yang hampir setiap tahun kudatangi. Liburan saat itu membawa misi mengunjungi Trans Studio Bandung, salah satu indoor theme park terbesar di Indonesia. Sebagai seseorang yang suka tantangan dan hal baru, tentulah aku tidak ingin melewatkan kesempatan liburan saat itu, untuk bisa mencoba wahana yang kabarnya sangat mengasikkan dan menantang adrenalin.

Tempat ini sangat padat pengunjung kala itu. Karena saat itu bertepatan dengan masa liburan sekolah. Harga tiket masukpun naik dari Rp. 150.000 menjadi Rp. 250.000 per orang. It costs a lot, indeed. Tetapi rasa penasaran ini membuatku tak ragu mengeluarkan uang untuk harga tiket itu. Lagipula kita bisa menikmati semua wahana sepuasnya hingga Theme Park tutup.

Setelah mendapatkan tiket, aku dan temanku langsung menuju area Theme Park. Wahana pertama yang kami coba adalah Jelajah. Wahana ini menawarkan pengunjung sensasi bertualang melintasi hutan lebat Afrika beserta hewan-hewan buas di dalamnya dengan menggunakan perahu. Menjelang perhentian terakhir, perahu kami dihempaskan dari ketinggian sehingga kami pun basah kuyup. Untung di sini ada media pengeringnya.

Selesai dari satu wahana, kami beralih ke wahana lainnya yang tak kalah seru, seperti: Dunia Lain, Kong Climbing, Special Effect Action, Marvel 4D, Science Center, Racing Car, Giant Swing, dll. Dan dari semua wahana yang kucoba saat itu, Giant Swinglah yang telah membuatku sangat trauma.

Giant Swing adalah sebuah ayunan pandulum raksasa. Wahana ini akan mengajak kita berayun dan berputar pada ketinggian delapan belas meter. Dimulai dari putaran sedang hingga putaran penuh 360 derajat. Dan saat putaran 360 derajat itulah aku mulai panik dan berteriak histeris. Bahkan hingga menangis. Rasanya tubuh ini seperti akan terhempas ke bawah saat posisi tubuh terbalik di puncak ketinggian.

Saat di Giant Swing itu aku teringat akan film "Final Destination", dimana pemainnya tewas mengenaskan di wahana permainan seperti ini. Tangisku pun semakin menjadi diiringi do'a agar aku selamat. Akhirnya setelah limabelas menit, ayunan berhenti. Saat turun tampak wajah-wajah tegang, pucat, senang, ada yang menangis dan muntah. Dan sejak saat itu aku tak ingin melakukannya lagi meski dibayar sekalipun. Saat kunjungan kedua, aku bahkan enggan untuk hanya sekedar melintas di area Giant Swing.

Posting Komentar

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top