0


Di dunia ini ada banyak hal yang menawarkan pelajaran hidup. Dan dalam setiap detik kehidupan, terselip sebuah pelajaran hidup yang bisa dipetik.


Pernahkan anda memerhatikan segerombolan atau seekor semut yang sedang berjalan? Lihatlah mereka sangat teratur dalam barisannya. Dan apa yang terlihat saat mereka saling bertemu? Ya, mereka seperti sedang saling menyapa. Dan coba perhatikan lagi saat anda menjatuhkan sepotong kecil makanan. Apa yang terjadi? Semut itu mengangkut makanan menuju sarangnya. Kadang semut-semut yang lainnya datang membantu.


Dari ilustrasi aktifitas semut di atas, dapat disimpulkan bahwa ada pelajaran tentang kedisiplinan, tolong menolong, ramah tamah, dan saling berbagi yang Tuhan perlihatkan dari kehidupan semut. Oleh karenanya semut dijuluki sebagai hewan yang sangat sosial.


Berbicara tentang pelajaran hidup, pastilah masing-masing kita pernah mengalami atau melihat sesuatu, yang akhirnya hal itu menjadi sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan. Baik itu dari pengalaman sendiri, orang lain, atau bahkan dari hewan seperti semut tadi.


Saya mendapat pelajaran hidup yang sangat berharga sekali dari orang di sekitar lingkungan tempat tinggal. Hal ini masih ada hubungannya dengan ilustrasi semut di atas. Saya tinggal di sebuah lingkungan yang kebanyakan orang-orangnya berorientasi materi. Tampak jelas sekali bahwa mereka saling berlomba mengumpulkan kekayaan. Yang membuat miris adalah, kebanyakan mereka tidak begitu peduli akan pendidikan anak-anaknya. Yang penting bisa punya rumah bagus, mobil, isi rumah lengkap, dan pakaian bagus. Rata-rata mereka hanya tamatan SMU, karena mereka menganggap percuma kuliah, mahal akhirnya jadi pengangguran. Sungguh pikiran picik.


Kehidupan mereka selalu diwarnai ajang saling pamer. Mengumbar sana sini atas apa yang baru dibeli. Atau mengobral ucapan tentang kekayaannya pada kami yang hidup biasa saja. Sayangnya kekayaan itu tidak mereka manfaatkan untuk bisa berbagi atau sekedar meringankan kesulitan tetangganya yang susah. Sering kulihat mereka terkesan menghindar jika dimintai sumbangan. Padahal dengan berbagi, kekayaan itu akan semakin berkah dan berlimpah.


Tuhan itu maha tahu segalanya. Ia maha adil dan tidak suka dengan orang yang sombong. Lambat laun kehidupan mereka mulai berubah, bahkan ada yang langsung signifikan perubahannya. Ya, mereka tidak lagi bisa sombong. Tuhan telah menyentil keangkuhan mereka atas rezekiNya. Ternyata juga kekayaan itu tidaklah semuanya milik mereka. Demi meraih pujian dan terlihat kaya, mereka rela berhutang ke Bank atau orang lain. Ada juga yang rela kredit barang ini barang itu agar bisa memadatkan isi rumahnya. Sungguh hal yang sangat disayangkan.


Dari apa yang saya lihat disekitar, memberikan saya pandangan tentang pentingnya berilmu. Karena orang berilmu bisa kaya. Tapi orang kaya tidak berilmu akan mudah jatuh. Selain itu, saya mendapatkan pelajaran bahwa hidup ini begitu singkat. Alangkah ruginya jika hanya dihabiskan untuk mengejar materi belaka dan diiringi kesombongan pula. Sikap sombong akan menghancurkan kita.


#HijaberWriter
(RikaAltair)

Posting Komentar

Hadir Semakin Dekat, HokBen Antasari Lampung Tawarkan Keistimewaan Baru yang Wajib Dicoba

Kami di pembukaan HokBen Antasari Dok. Tapis Blogger Berbicara tentang makanan, pastinya tidak akan pernah bosan, ya sobat jejak ...

 
Top