0


"Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di sebrang lautan kelihatan." Mungkin hanya inilah sebait kalimat yang pantas disematkan pada mereka. Rasanya tak perlu menyebutkan nama. Karena tulisan ini adalah sebagai bahan kontemplasi dan pelajaran bagi diriku khususnya, dan pembaca, agar jangan mudah menyalahkan orang lain. 


Sebait kalimat di atas adalah sebuah pepatah yang cukup populer di masyarakat. Kata-kata ini menggambarkan kecenderungan seseorang yang bisa dengan mudahnya menyalahkan dan mengoreksi tindakan orang lain. Sayangnya, orang seperti ini sulit mengoreksi diri sendiri. Dan kondisi inilah yang beberapa kali kuhadapi. Aku merasa perlu menuliskannya, karena tindakan itu sudah sangat mengusik kenyamanan beberapa orang. 


Aku heran kenapa orang ini suka sekali menyalahkan dan mengoreksi orang lain. Apa ia sudah benar-benar merasa paling benar, paling suci, atau karena merasa sudah punya umur yang lebih banyak? Hmmm...sangat disayangkan sekali. Padahal awalnya kami cukup menaruh rasa hormat. Namun sikap mereka sering membuat orang tersakiti. 


Orang-orang ini hobinya mengkritik apa yang dilakukan orang lain. Tak tanggung-tanggung, kadang diiringi raut muka yang tidak mengenakkan. Tidak hanya itu, mereka juga kerap terang-terangan mencela dan menyalahkan orang di depan orang lain. Naudzubillah...please correct yourself first. Anehnya, mereka seolah santai dan tidak masalah saat melakukan kesalahan. Meskipun jelas sekalipun. itulah mengapa aku menganugerahkan pepatah ini untuk mereka.


Semut itu serangga kecil, jadi jika diibaratkan, begitulah mereka melihat setiap tindakan orang lain. Apa-apa selalu salah. Bahkan kesalahan kecil dianggap sangat serius. Sedangkan mereka kerap melakukan hal yang memalukan dan kesalahan. Namun, layaknya gajah di sebrang, mereka tak melihatnya sebagai hal yang salah. 


Semoga mereka segera dapat hidayah. 


#7DPKW
#PKWriterpreneur
#Day4

Posting Komentar

 
Top