2


Puasa adalah salah satu perintah wajib dari Allah SWT. Hal ini telah dipertegas melalui firman-Nya yang berbunyi, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa." (QS Al-Baqarah: 183)


Puasa merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah. Jika seorang hamba mampu menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan mengikuti apa yang disyari'atkan tentang puasa, maka Allah akan mengganjarnya dengan kebaikan luar biasa. Namun, apakah hanya dengan menahan diri dari lapar dan haus hingga batas waktu yang ditetapkan, Allah akan melimpahkan pahalaNya pada kita?


Sahabat, hakikat puasa tidak hanya sebatas menahan diri dari urusan perut. Seorang yang berpuasa haruslah mampu menjadikan puasa sebagai perisai dirinya, agar terhindar dari segala hal yang mengurangi kesempurnaan puasanya, seperti menahan syahwat dan menahan diri dari segala perbuatan sia-sia serta yang dilarang Allah, misalnya berbohong, menggunjing, mengolok-olok, atau pun melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat. 


Rosulullah SAW bersabda, "Diantara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani, dan Ahmad)


Setiap muslim pasti sudah sangat memahami akan hakikat puasa. Sayangnya, masih banyak terlihat orang yang berpuasa tapi hanya sekedar menahan diri dari rasa lapar dan haus. Hal ini seperti apa yang telah dikatakan Rosulullah SAW dalam hadits berikut: Berapa banyak orang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja (HR Ibnu Majah). 


Fenomena ini banyak terjadi, dan hal ini juga yang saya alami saat mengajar di kelas. Betapa banyak murid yang tidak jujur saat ujian. Padahal sudah diingatkan. Tapi mereka tetap melakukannya dengan berbagai cara curang. peringatan tentang puasa yang mereka jalani pun tak mengubah tabiat buruk itu. Dan mirisnya itu semua hanya demi sebuah nilai sempurna. Anak usia SMA dan mahasiswa seharusnya paham hakikat puasa yang tengah mereka jalani. Bukankah curang dalam ujian adalah bagian dari dusta yang akan merusak nilai dan amal puasa? Coba pahamilah sebuah hadits berikut: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengamalkannya, maka Allah ta'ala tidak butuh kepada puasanya (HR Bukhari).


Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh berkah. Marilah kita berlomba-lomba memperkaya diri mengeruk kebaikan di bulan yang menghamparkan ladang pahala berlimpah ini. Jangan biarkan ibadah puasa yang kita jalani hanya sebatas penggugur kewajiban saja. 


Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul fa' fu'annii.


#HijaberWriter
#RamadhanMubarak

Posting Komentar

  1. Masya Allah aku masih sering begini. Makasih mbak remindernya

    BalasHapus
  2. sami2 bang Ian. ini juga reminder buatku.hamasah bang Ian :)

    BalasHapus

3 Tahun Tapis Blogger, Semakin Terdepan Mengenalkan Lampung

Squad Tapis Blogger A : Kamu tinggal di Lampung sudah berapa lama? B : Seperempat abad A : Selama itu apa saja yang sudah kamu laku...

 
Top