2
Photo by karwektekno.com
@pinterest

Mudik, Melepas Rindu Pada Kampung Halaman – Bulan suci Ramadhan sudah semakin mendekati masa akhirnya. Tak lama lagi kita pun akan segera menyambut hari nan fitri, hari raya idul fitri. Tentu hal ini menjadi momen penuh suka cita yang tak sabar dinanti. Nah biasanya menjelang Lebaran, selain diwarnai dengan tradisi membuat kue dan persiapan THR, ada satu tradisi tahunan yang tak pernah absen saat hari raya tiba, yaitu mudik. Ya, sebagian besar masyarakat Indonesia biasanya akan melakukan kegiatan ini untuk mengisi hari Lebaran yang spesial.

Mudik adalah tradisi pulang kampung yang dialkukan para perantau, misalnya pekerja atau yang sedang menempuh pendidikan di kota atau negara lain. Inilah kesempatan untuk kembali berkumpul dan mempererat jalinan silahturahmi dengan para sanak saudara di kampung halaman, setelah lama tidak bersua. Namun meskipun mudik ini identik dengan mereka yang berada di tanah rantau, tak jarang aktivitas ini juga dilakukan oleh mereka yang telah berdomisili tetap di suatu tempat untuk berkunjung ke tanah kelahiran.

Kampung halamanku berada di Padang, Sumatra Barat. Namun sebelum masuk usia sekolah orangtua telah membawaku untuk merantau ke Lampung hingga akhirnya kami berdomisili di kota Tapis Berseri ini. Saat kecil aku tidak begitu paham dengan istilah mudik atau pulang kampung. Namun orangtua kerap mengajak mudik setiap ada kesempatan atau saat hari raya Idul Fitri. Yang kurasakan saat itu hanya perasaan senang karena diajak jalan-jalan dan bertemu sanak saudara, yang biasanya mereka akan memberiku hadiah (uang).

Ayah & Ibu saat mudik ke Padang

Namun kini mudik bukan hanya tentang kesenangan melakukan sebuah perjalanan dengan bonus-bonusnya. Tetapi mudik bagiku adalah momen dimana aku bisa bernostalgia kembali dengan tempat dimana aku dilahirkan, dan melepas rindu dengan alam dimana dulu aku kerap menyatu penuh suka cita. Mudi adalah momen yang sangat kurindu dan harap. Terlebih saat ini, ketika aku telah disibukkan dengan aktivitas kerja, yang kerap membuatku terhalang untuk pulang kampung. Tak jarang, di saat keluarga besarku pulang ke Ranah Minang, aku harus dengan ikhlas tinggal di rumah karena jatah libur yang tidak memungkinkanku untuk turut serta. Sedih. Pasti.

Bahkan aku pernah tak dapat membendung air mata mengenang kampuang halaman nan jauh di mato. Terkadang hanya melihat foto-fotonya saja bisa membuat dadaku terasa sesak. Pernah saat aku mendapat order artikel tentang wisata Sumatra Barat oleh seorang client, di situ aku tanpa sadar hanyut dalam tangis saat mulai menuliskan artikelnya. Aku benar-benar tidak bisa menahannya, aku begitu rindu kampung halamanku di Padang. Ya Allah berilah aku kesempatan untuk bisa kembali mengunjugi kampung halamanku bersama orang-orang yang kusayang.

Akupun menceritakan hal yang kualami ini kepada Ayah dan Ibu. Mereka pun haru mendengar kisahku, yang saat itu aku pun kembali tak bisa membendung air mata karena rasa rindu yang dalam akan Ranah Minang. Ayah pun menyemangati dan berkata, “Ya sudah, jangan sedih. Semoga liburan Lebaran kali ini semua bisa pulang ke Padang tanpa terkecuali. Kita pulang basamo, kata ayah.

Suasana sejuk dan asri Kampung halamanku

masyaAllah, betapa senangnya hatiku mendengar aku akan pulang ke Padang. Qodarullah, rencana Allah memang begitu indah. Kebetulan sekali tahun ini Hari Raya Idul fitri jatuh bertepatan dengan liburan panjang anak sekolah. Sehingga aku pun yang bekerja di institusi Bahasa Asing di kotaku mendapat jatah libur lebih lama. Sudah tak sabar rasanya ingin berjumpa dengan kampung halaman dan sanak saudara di sana. Semoga perjalanan mudik ini lancar dan barokah. Aamiin ya Rabb.

Kampuang nan jauh di mato
Gunuang Sansai Baku Liliang
Takana jo kawan-kawan lamo.
Sangkek basu liang suliang
Panduduaknyo nan elok
Nan suko bagotong royong
Kok susah samo-samo diraso
Den takana jo kampuang.
Takana jo kampuang, Induk, Ayah, Adik sadonyo
Raso mangimbau-ngimbau Den pulang.
Den takana jo kampuang

Posting Komentar

  1. saya auto nyanyi baca lirik lagu Kampuang nan jauh dimato :D salah satu lagu daerah favorit saya jaman kecil nih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheee...tiba-tiba teringat kampung halaman ya mbak.

      Hapus

Insto Dry Eyes, Si Mungil Penyelamat Keluhan Mata Kering

Sejak menekuni dunia blogging dan tergabung dalam sebuah jasa kepenulisan artikel sebagai content writer , membuatku tidak terlepas dar...

 
Top