2

Nikmatnya Momen Buka Puasa: Jangan Lupakan Adab-Adab Sunnah Saat Berbuka - Langit senja adalah sebuah lukisan alam Sang Pencipta, yang sangat indah dan kerap menghipnotis sang penikmatnya untuk larut menikmati jingganya sang langit senja. Fenomena alam ini memang begitu memesona. MasyaAllah, diri ini pun merasa begitu kerdil di hadapan-Nya. Betapa Allah maha besar dan berkuasa atas segala sesuatu. Namun ada yang lain saat diri menatap senja di bulan suci Ramadhan ini. Ya, senja tidak hanya sekadar lukisan indah yang memanjakan mata. Tetapi senja adalah momen yang telah sangat dinantikan umat Muslim, yaitu telah tiba waktunya untuk buka puasa. Saat senja semua mengucap syukur atas nikmat berbuka puasa yang telah dijalani, yang dimulai sejak terbit fajar (subuh), hingga tenggelamnya sang surya (maghrib).

Kebahagiaan di waktu senja tampak menghiasi wajah-wajah hamba Allah yang sedang menjalankan ibadah puasa. Canda tawa pun menjadi pemandangan yang selalu mewarnai momen saat buka puasa di setiap bulan Ramadhan. Semua hanyut dalam indahnya kebersamaan menikmati saat berbuka yang bertabur kenikmatan. Dalam sebuah hadits Rosulullah SAW bersabda, "Orang yang berbuka puasa itu memiliki dua jenis kebahagiaan yang bisa ia rasakan, yakni kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya, disebabkan karena puasa yang dilakukanmya." (HR. Bukhori dan Muslim)

Kebahagian yang dimaksud adalah karena rasa senang telah mampu melaksanakan ibadah puasa hingga batas waltu yang ditentukan, yang telah diganjar Allah dengan limpahan nkmat serta hal-hal yang telah Allah perbolehkan dilakukan saat buka puasa. Kebahagiaan lainnya adalah ketika seseorang yang berpuasa mendapat balasan pahala di sisi Allah sebagaimana yamg Allah janjikan bagi mereka yang berpuasa dengan hanya mengharap ridho-Nya yaitu mereka dipersilahkan masuk melalui pintu surga Ar-Rayyan. 


Allahu akbar, adalah kumandang suara adzan maghrib yang menjadi alarm seseorang untuk membatalkan puasanya hari itu. Dan seperti biasanya kita semua akan segera meraih hidangan buka puasa yang telah tersaji di atas meja. Dan tak jarang ada yang terlihat tergesa-gesa untuk mengobati rasa haus dan laparnya. Ya, mungkin memang kondisi perut yang juga sudah mulai tak sabar ingin segera memproduksi makanan yang masuk. Bagaimana pun cara sobat saat berbuka puasa, jangan lupa untuk memerhatikan bagaimana cara berbuka yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Hal ini agar ibadah puasa kita lebih mendapatkan berkah dan keutamaanya.Tidak hanya kenikmatan akan bolehnya makan dan minum saja.  Karena dengan mengamalkan tata cara saat berbuka puasa yang telah dianjurkan Rosulullah, maka insyaAllah kita akan mendapatkan pahala dan kebaikan ibadah yang kita lakukan. Nah kebetulan hari ini kita telah memasuki hari pertama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah. Ada baiknya kita pahami bagaimana tata cara buka puasa yang telah diajarkan Rosululah SAW. Berikut ulasan lengkapnya. 

Adab-Adab Sunnah Saat Berbuka Puasa

1. Bersegera Untuk Buka Puasa

Waktu buka puasa ditandai dengan tenggelamnya sang matahari. Umumnya kebanyakan orang membatalkan puasanya saat telah mendengar kumandang adzan magrib. Dan saat waktu berbuka puasa telah tiba, maka hendaknya orang yang berpuasa segera membatalkan puasanya. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits, dari Sahl bin Sa'ad ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda, "Umatku akan senantiasa berada didalam kebaikan selama mereka menyegerakan untuk berbuka." (HR. Bukhori)

Selain itu, dengan menyegerakan diri untuk berbuka di saat waktu berbuka telah tiba, maka  kita pun akan lebih khusyuk tentunya saat menjalankan ibadah sholat maghrib. 

2. Makan Buah Kurma atau Air

Makanan yang sunnah dimakan saat membatalkan buka puasa adalah buah kurma. Hal ini juga merupakan kebiasaan Rosulullah saat buka puasa. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Rasulullah SAW  biasa berbuka dengan makan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib; jika tidak ada beberapa biji ruthab, maka cukup beberapa  biji tamr (kurma kering); jika itu tidak ada juga, maka Rosulullah minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa hendaknya kita  berbuka puasa dengan makan kurma terlebih dahulu.  Dan jumlah yang sunnah untuk makan kurma adalah dengan jumlah ganjil. Namun buah kurma bisa diganti dengan air jika memang tidak ada kurma saat berbuka.

3. Baca  do'a Shahih

Saat buka puasa adalah saat yang sangat baik untuk memanjatkan do'a. Karena memanjatkan do'a saat buka puasa merupakan salah satu waktu mustajan untuk berdo'a. Hal ini sebagaimana yang pernah disabdakan Rosulullah SAW, "Tiga orang yang tidak akantertolak doanya adalah: Orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan doanya orang yang didzolimi."

Do'a yang biasa dipanjatkan Rosulullah SAW saat berbuka puasa adalah, "Dzahabazh zhoma u wabtallatil 'uruqu, wa tsabatal arju, insyaAllah." (Telah hilanglah rasa dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan didapat, insyaAllah) 

Do'a lainnya yang bisa dipanjatkan saat berbuka puasa adalah, "Allahumma inni as aluka bi rohmatika allati wasi’at kulla syaiin in taghfirolii." (Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.” (HR. Ibnu Majah)

3. Tidak Berlebihan Dalam Urusan Makan dan Minum

Umumnya di masyarakat, banyak yang cenderung mengistimewakan bulan suci Ramadhan dengan aneka hidangan berbeda dari hari biasanya. Bagi mereka hal ini merupakan wujud apresiasi atas perjuangan menjalankan ibadah puasa seseorang. Hal ini tidaklah mengapa. Tetapi akan lebih baik jika kita tidak terlalu berlebihan dalam urusan hidangan berbuka. Karena inti yang utama dari ibadah puasa adalah agar kita juga dapat merasakan kesusahan mereka yang kurang beruntung dari kita. Rosulullah SAW pun mengajarkan kepada kita untuk berbuka puasa dengan hidangan makanan yang sederhana. Tidak berlebihan-lebihan. 

Allah ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, "Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang yang berlebihan."  (QS. Al-A'raf:31)

Selain hal tersebut di atas, tidak berlebihan juga dimaksudkan untuk porsi makan kita. Porsi makan Rasulullah adalah sepertiga berisi makan, sepertiga berisi air, dan sepertiga lainnya lagi berisi udara. Hal ini agar perut terisi sesuai porsinya. Sehingga kita tidak terlalu kekenyangan. Karena jika sudah terlalu kenyang, maka akan mengganggu aktivitas ibadah setelah berbuka, seperti sholat maghrib, isya, tarawih, dan tilawah Al-Qur'an. Lagipula saat buka puasa buka berarti waktunya "balas dendam" atas waktu seharian menahan lapar dan haus. 


Semoga ibadah puasa kita di bulan suci Ramadhan ini diterima Allah, dan dapat dijalankan dengan maksimal dengan hanya mengharap ridho Allah semata. Dan semoga kita pun dapat menjalankan semua amalan sholih dengan istiqomah, serta mendapat balasan kebaikan dari Allah. 

Posting Komentar

 
Top